LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Fuad Amin: Mustahil orang miskin jadi kepala daerah

‎"Dan mustahil ada kepala daerah yang tidak menerima hadiah atau janji. Semuanya pasti terima."

2015-09-17 13:35:30
Fuad Amin Imron ditangkap KPK
Advertisement

Mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron mengakui jika dirinya mengeluarkan uang banyak untuk menjadi kepala daerah. Bahkan, menurut dia, tidak mungkin calon kepala daerah yang maju ke pilkada orang miskin.

"Tidak ada orang miskin yang maju pilkada. Karena uangnya harus banyak. Untuk bayar ini, itu perlu banyak uang," kata Fuad Amin dalam sidang menjawab pertanyaan JPU KPK soal biaya yang dikeluarkan menjadi kepala daerah, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (17/9).

Bukan hanya itu, terdakwa kasus suap gas Bangkalan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) ini juga menyatakan mustahil jika kepala daerah tidak pernah menerima hadiah atau janji sebelum dan sesudah duduk di jabatannya.

‎"Dan mustahil ada kepala daerah yang tidak menerima hadiah atau janji. Semuanya pasti terima," cetusnya.
‎
Fuad Amin merupakan Bupati Bangkalan sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2012. Dia mengaku, pada pemilihan pertama dirinya tidak mengeluarkan biaya banyak. Diklaimnya, tanpa mengeluarkan biaya yang banyak nama keluarganya di Madura sangat dikenal. Sehingga, jika tidak memilih dirinya akan kualat.‎

‎"Tahun pertama ini pengeluaran saya tidak banyak. Karena saya menggunakan karisma keluarga. Saat itu ada istilah, kalau di Madura tidak pilih saya bakal kualat," jelasnya.

Sementara pada periode kedua, Fuad Amin mengakui jika dirinya menggelontorkan biaya yang lebih banyak dari sebelumnya. ‎"Saat itu Pilkada langsung, meski saya didukung tokoh dan partai, di Bangkalan itu 18 kecamatan, ya kalau diundang tentunya ada uang buat beli minuman, tapi saya lupa waktu itu berapa buat Pilkada," tegas dia.

Lebih lanjut, dalam sidang Fuad Amin menyatakan permohonan maaf kepada pendukungnya yang hadir dalam sidang. Dia mengakui jika kasus yang menjeratnya ini telah mencoreng nama baik keluarga besarnya.

"Saya hidup tidak pernah punya utang dan tidak pernah menipu orang. Itu prinsip saya. Saya keturunan orang baik-baik, kalau kemudian saya jadi terdakwa saat ini malu saya. Tapi saya pasrah," pungkas Fuad Amin.‎

Baca juga:
Fuad Amin sebut bos PT MKS minta dukungan garap proyek gas
Dalih jadi PNS, Fuad Amin palak pekerja harian lepas Rp 15 juta
Tiga tahun Fuad Amin terima jatah Rp 7,5 M dari Dinkes Bangkalan
Jika tak mau kasih fee ke Fuad Amin, anggaran dinas tak bakal cair
Fuad Amin minta jatah 10 persen dari anggaran Dinkes Bangkalan
Sembuh dari sakit, terdakwa Fuad Amin siap jalani sidang lanjutan
Adik ipar Fuad Amin dituntut 4 tahun penjara

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.