FIK UI Dampingi Warga Terdampak Banjir di Sorkam Tapanuli Tengah, Fokus Pemulihan Holistik
Fakultas Ilmu Keperawatan UI (FIK UI) hadir mendampingi warga terdampak banjir di Sorkam, Tapanuli Tengah, dengan layanan kesehatan komprehensif. Bagaimana peran perguruan tinggi dalam pemulihan fisik dan psikososial pasca-bencana?
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) menunjukkan komitmennya dalam pengabdian masyarakat dengan hadir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Kehadiran ini merupakan bagian dari program Pengabdian Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor. Tim FIK UI aktif mendampingi warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut.
Program ini berfokus pada pendampingan holistik, tidak hanya mencakup aspek kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan psikososial masyarakat. Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah dan Internasional UI, Erwin Agustian Panigoro, menegaskan peran penting perguruan tinggi. Ini adalah upaya nyata dalam membantu pemulihan pasca-bencana.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, Tim Pengabdian Masyarakat FIK UI bersama Tim FKep USU tiba di Kecamatan Sorkam pada Jumat, 26 Desember 2025. Kedatangan mereka bertujuan untuk melakukan asesmen cepat. Tujuannya adalah memetakan kebutuhan kesehatan mendesak warga terdampak.
Aksi Cepat Tanggap FIK UI di Lokasi Bencana
Setibanya di lokasi bencana, tim FIK UI dan FKep USU segera melakukan pertemuan awal dengan kepala desa dan kepala dusun setempat. Koordinasi ini penting untuk memahami kondisi lapangan dan memperoleh informasi awal yang akurat. Langkah ini memastikan respons yang tepat sasaran.
Selanjutnya, tim melaksanakan field rapid assessment guna memetakan kebutuhan kesehatan masyarakat secara langsung di lapangan. Penilaian cepat ini krusial untuk mengidentifikasi prioritas masalah kesehatan. Data yang terkumpul menjadi dasar perencanaan layanan.
Setelah asesmen lapangan, tim juga mengadakan rapat koordinasi internal untuk mematangkan rencana pelaksanaan pelayanan kesehatan. Rapat ini melibatkan semua anggota tim. Ini memastikan semua aspek layanan telah dipertimbangkan dengan cermat.
Layanan Kesehatan Terpadu untuk Berbagai Kelompok Usia
Pelayanan kesehatan komprehensif dilaksanakan di lima posko yang tersebar di wilayah terdampak. Tiga posko berlokasi di Pasar Sorkam, sementara dua posko lainnya berada di Sorkam Tengah. Penempatan posko strategis ini memudahkan akses warga.
Melalui pendekatan terpadu, tim FIK UI dan FKep USU berhasil memberikan layanan kesehatan yang menyasar berbagai kelompok usia. Sebanyak 228 warga tercatat menerima layanan ini. Kelompok yang dilayani meliputi bayi, balita, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Jumlah penerima layanan yang signifikan ini menunjukkan besarnya kebutuhan akan layanan kesehatan setelah bencana di wilayah tersebut. Banyak warga memerlukan penanganan medis segera. Kehadiran tim sangat membantu meringankan beban masyarakat.
Identifikasi Masalah Kesehatan Fisik dan Psikososial
Hasil skrining kesehatan yang dilakukan oleh tim menunjukkan berbagai masalah kesehatan fisik yang banyak dialami warga terdampak. Kasus hipertensi tercatat paling tinggi dengan 39 kasus. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga menjadi perhatian dengan 35 kasus.
Selain itu, nyeri kepala atau cephalgia ditemukan pada 30 kasus, sementara myalgia atau nyeri otot mencapai 22 kasus. Infeksi kulit juga cukup banyak dengan 14 kasus. Tim juga menemukan kasus demam, hiperglikemia, dan diare di antara warga.
Tidak hanya masalah fisik, tim juga menemukan adanya dampak psikologis yang signifikan akibat bencana. Depresi ringan hingga moderat-parah teridentifikasi, begitu pula ansietas ringan hingga berat. Temuan ini menegaskan bahwa bencana meninggalkan tekanan mental yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Dukungan Komprehensif: Edukasi, Psikososial, dan Bantuan Logistik
Selain pelayanan medis dan keperawatan, kegiatan ini juga diisi dengan program pendidikan kesehatan yang vital. Pendampingan psikososial diberikan untuk membantu pemulihan mental warga. Terapi bermain khusus bagi anak-anak juga diselenggarakan untuk membantu mereka mengatasi trauma emosional pasca-bencana.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, tim FIK UI turut menyalurkan bantuan logistik. Sebanyak 280 paket sembako didistribusikan kepada warga terdampak. Selain itu, 330 paket personal hygiene juga diberikan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan di tengah kondisi darurat.
Kolaborasi erat antara FIK UI dan FKep USU menjadi contoh nyata sinergi antar-institusi dalam menjawab tantangan kemanusiaan. FIK UI berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat memberikan manfaat nyata. Ini merupakan bagian dari upaya pemulihan kesehatan fisik dan psikososial masyarakat Kecamatan Sorkam.
Ke depan, FIK UI berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam penanganan isu kesehatan masyarakat dan kebencanaan. Mereka akan memperluas jangkauan ke berbagai wilayah di Indonesia. Upaya ini menunjukkan dedikasi perguruan tinggi dalam melayani masyarakat.
Sumber: AntaraNews