Fakta Unik Meriam Kuno Mukomuko: Alas Ambruk, Dinas Pendidikan Usulkan Anggaran Perbaikan di SDN 01
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko mengusulkan anggaran perbaikan alas dua Meriam Kuno Mukomuko di SDN 01 yang ambruk, sebagai langkah vital melestarikan cagar budaya bersejarah.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, secara resmi mengusulkan anggaran untuk perbaikan alas dua meriam kuno yang berada di lingkungan SDN 01 Kota Mukomuko. Alas meriam tersebut dilaporkan ambruk akibat faktor usia, memicu kekhawatiran akan kelestarian benda bersejarah ini. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya yang ada di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko, Sri Hawani, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan bertujuan untuk memindahkan meriam. Sebaliknya, tindakan ini merupakan respons terhadap kondisi alas meriam di SDN 01 Mukomuko yang telah ambruk. Pihaknya berupaya keras untuk memastikan kelangsungan pelestarian warisan budaya yang sangat berharga ini.
Kolaborasi erat dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi menjadi kunci utama dalam upaya pelestarian ini. Sri Hawani menegaskan, "Tujuan kami bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi sebenarnya untuk melestarikan cagar budaya yang ada di Kabupaten Mukomuko." Hal ini menunjukkan fokus pemerintah daerah pada perlindungan dan pemeliharaan aset sejarah.
Upaya Pelestarian Cagar Budaya Mukomuko
Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen penuh dalam melestarikan cagar budaya. Usulan perbaikan alas meriam kuno ini merupakan bukti nyata dari komitmen tersebut. Pelestarian ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, yang mengamanatkan perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan benda-benda bersejarah.
Meskipun sempat beredar informasi mengenai rencana pemindahan meriam kuno dari SDN 01 Kota Mukomuko ke Gedung Daerah Mukomuko, pihak dinas membantah hal tersebut. Setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi, kondisi fisik Meriam Kuno Mukomuko dinilai tidak memungkinkan untuk diangkat. Ini menunjukkan bahwa keputusan diambil berdasarkan pertimbangan teknis dan kondisi lapangan.
Sri Hawani menegaskan kembali tujuan utama pihaknya. "Jadi, tujuan kami bukan untuk memindahkan, tetapi justru untuk melindungi," ujarnya. Pernyataan ini memperjelas bahwa fokus utama adalah menjaga keberadaan meriam di lokasi aslinya dengan memperbaiki infrastruktur pendukungnya.
Kondisi Meriam dan Rencana Perbaikan
Kondisi alas dua Meriam Kuno Mukomuko di SDN 01 yang ambruk memerlukan penanganan segera. Pihak dinas telah mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengatasi masalah ini. Setelah melihat situasi di lapangan, muncul gagasan untuk membuat pedestal atau alas baru tanpa harus memindahkan meriam tersebut dari tempatnya.
Karena dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) belum tersedia untuk tahun ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah menyampaikan permohonan bantuan kepada BPCB Jambi. Harapannya, BPCB dapat memberikan dukungan untuk pembangunan alas meriam tersebut. Kolaborasi antarlembaga ini diharapkan dapat mempercepat proses perbaikan.
Terkait anggaran, pihaknya mengusulkan agar biaya pembangunan alas meriam ini dapat dicantumkan dalam APBD Kabupaten Mukomuko Tahun 2026. Usulan ini menunjukkan perencanaan jangka panjang untuk memastikan kelestarian Meriam Kuno Mukomuko. Rapat dengan Badan Musyawarah Adat dan masyarakat Kabupaten Mukomuko juga telah menghasilkan kesepakatan bahwa meriam dapat dipindahkan asalkan masih berada dalam satu kawasan, untuk tujuan perlindungan dan pelestarian.
Meriam Kuno di Mukomuko: Peninggalan Bersejarah
Kabupaten Mukomuko menyimpan beberapa Meriam Kuno Mukomuko yang merupakan peninggalan bersejarah dari masa Inggris. Keberadaan meriam-meriam ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah daerah tersebut. Pelestarian artefak semacam ini sangat penting untuk pendidikan dan pemahaman generasi mendatang tentang masa lalu.
Sri Hawani merinci bahwa saat ini terdapat tujuh meriam kuno peninggalan Inggris yang tersebar di beberapa lokasi di Kabupaten Mukomuko. Dua meriam berada di Kantor Camat Kota Mukomuko, sementara dua lainnya adalah yang alasnya ambruk di SDN 01 Kota Mukomuko.
Dua meriam kuno lainnya dapat ditemukan di Benteng Anna, yang juga merupakan peninggalan Inggris. Sementara itu, satu meriam terakhir berlokasi di Desa Bantal, Kecamatan Teramang Jaya. Distribusi Meriam Kuno Mukomuko ini menunjukkan kekayaan sejarah yang dimiliki oleh Kabupaten Mukomuko.
Sumber: AntaraNews