Fakta Mengejutkan: Kasus Kekerasan Meningkat, Parigi Moutong Prioritaskan Perlindungan Anak dan Perempuan
Meskipun berstatus Kabupaten Layak Anak, Parigi Moutong menghadapi peningkatan kasus kekerasan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh prioritaskan Perlindungan Anak Parigi Moutong dan perempuan dari berbagai ancaman.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo) di Sulawesi Tengah secara tegas memprioritaskan upaya perlindungan terhadap anak dan perempuan. Langkah ini diambil untuk membendung berbagai bentuk tindakan kekerasan yang masih marak terjadi di wilayah tersebut. Komitmen ini diungkapkan langsung oleh Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, sebagai respons terhadap kondisi terkini.
Prioritas ini mencakup perlindungan dari kekerasan fisik, seksual, maupun verbal yang sering disebut perundungan. Inisiatif Pemkab Parimo ini bertujuan untuk menjaga hak-hak dasar kelompok rentan tersebut. Mereka bertekad untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang optimal bagi setiap individu.
Keputusan ini juga didasari oleh status Parigi Moutong sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya tahun 2025. Predikat yang diberikan oleh Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) ini menjadi motivasi kuat. Pemkab Parimo berupaya konsisten dalam menjaga komitmen perlindungan anak dan perempuan.
Status KLA dan Tantangan Peningkatan Kasus Kekerasan
Parigi Moutong telah meraih predikat membanggakan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) tingkat Nindya untuk tahun 2025. Status ini merupakan pengakuan atas komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak-hak anak. Namun, predikat ini juga membawa tanggung jawab besar untuk terus menjaga dan meningkatkan upaya perlindungan.
Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menunjukkan adanya peningkatan kasus kekerasan. Pada tahun 2023, tercatat 54 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Parigi Moutong. Angka ini kemudian naik menjadi 60 kasus pada tahun berikutnya, 2024.
Peningkatan ini menjadi perhatian serius bagi Pemkab Parimo, terutama karena kasus dominan adalah kekerasan seksual terhadap anak. "Kami komitmen memberikan perlindungan baik perempuan dan anak dari kekerasan fisik, seksual maupun verbal (perundingan)," tegas Bupati Erwin Burase. Situasi ini menuntut respons cepat dan terpadu dari berbagai pihak.
Faktor-faktor yang melatarbelakangi kekerasan ini sangat kompleks dan beragam. Oleh karena itu, penanganan kasus kekerasan di Parigi Moutong membutuhkan pendekatan holistik. Diperlukan kerja sama lintas sektor untuk menanggulangi akar permasalahan yang ada.
Strategi Pencegahan dan Jaminan Hak Pendidikan Anak
Untuk mengatasi peningkatan kasus kekerasan, Pemkab Parigi Moutong terus mengintensifkan upaya pencegahan. Pencegahan ini melibatkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pemangku kepentingan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan masyarakat luas. Keterlibatan semua pihak diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman.
"Banyak faktor melatarbelakangi kekerasan, sehingga penanganan harus secara terpadu," ujar Bupati Erwin Burase. Pemkab Parimo juga siap mengantisipasi kasus-kasus yang tidak ditanggung oleh BPJS, seperti Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak. Alokasi anggaran daerah telah disiapkan untuk mendukung penanganan kasus-kasus tersebut.
Selain perlindungan dari kekerasan, hak anak untuk mengakses pendidikan formal juga menjadi prioritas utama. Bupati Erwin Burase menegaskan bahwa tidak boleh ada anak-anak di Parigi Moutong yang tidak mendapatkan layanan pendidikan. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak, tanpa memandang latar belakang ekonomi.
"Mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tanggung jawab pemerintah, maka anak-anak usia sekolah harus mendapat pelayanan dasar. Tidak boleh di beda-bedakan anak orang kaya dan orang miskin, semua memiliki hak yang sama," tutur Erwin. Instansi teknis dan unit terkait diharapkan terus mengoptimalkan pelayanan melalui program-program yang telah disusun. Ini menunjukkan komitmen kuat terhadap Perlindungan Anak Parigi Moutong.
Sumber: AntaraNews