Fakta Mengejutkan: 60 Ton Sampah Per Hari! DLH Prioritaskan Penanganan Sampah Rejang Lebong dan Pencemaran Lingkungan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rejang Lebong serius tangani volume sampah harian mencapai 60 ton, bahkan meningkat saat Ramadan. Prioritas penanganan sampah Rejang Lebong ini demi lingkungan bersih dan tertata.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kini memfokuskan perhatian serius pada penanganan sampah dan pencemaran lingkungan di area perkotaan. Langkah ini diambil menyusul volume buangan sampah yang terus meningkat signifikan setiap harinya. Prioritas ini sejalan dengan amanah Bupati Rejang Lebong untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata.
Kepala DLH Rejang Lebong, Asli Samin, pada Jumat lalu, mengungkapkan bahwa volume sampah yang dihasilkan dari pemukiman dan pasar tradisional di daerah tersebut mencapai 60 ton per hari. Angka ini bahkan melonjak drastis hingga 75 ton per hari saat memasuki Bulan Puasa dan menjelang Hari Raya Lebaran. Kondisi ini menuntut pendekatan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak.
Fokus utama DLH Rejang Lebong tidak hanya pada pengelolaan sampah, tetapi juga mencakup pengendalian pencemaran lingkungan yang meliputi air, udara, dan tanah, serta penataan kota agar tidak semrawut. Dengan demikian, penanganan sampah menjadi prioritas utama karena dampaknya yang langsung terhadap kualitas hidup masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Rejang Lebong.
Volume Sampah Meningkat, Prioritas Utama DLH
Volume buangan sampah di Kabupaten Rejang Lebong menjadi perhatian serius bagi Dinas Lingkungan Hidup setempat. Dengan angka mencapai 60 ton setiap hari, dan lonjakan signifikan saat momen keagamaan, masalah ini memerlukan solusi yang berkelanjutan. Peningkatan jumlah penduduk secara langsung berkorelasi dengan peningkatan produksi sampah, menjadikan isu ini semakin mendesak untuk ditangani.
Asli Samin menegaskan bahwa DLH Rejang Lebong sedang menjalankan amanah Bupati terkait tiga persoalan penting. Pertama, pengendalian sampah yang menjadi fokus utama. Kedua, pengendalian pencemaran lingkungan yang meliputi air, udara, dan tanah. Ketiga, penataan kota agar menjadi rapi dan teratur, bebas dari kesan semrawut yang seringkali disebabkan oleh penumpukan sampah.
Prioritas pada penanganan sampah ini didasari oleh fakta bahwa sampah merupakan masalah bersama yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat. "Permasalahan sampah ini adalah masalah bersama, sehingga semua pihak mulai dari ketua RT, RW, lurah hingga camat harus bergerak," ujar Asli Samin. DLH sendiri berkomitmen untuk memfasilitasi upaya ini, baik dari segi tenaga maupun penyediaan kendaraan operasional.
Strategi Pengurangan dan Pengolahan Sampah Berbasis Komunitas
Untuk mengatasi volume buangan sampah yang tinggi, DLH Rejang Lebong merancang strategi inovatif, salah satunya adalah mengubah fungsi Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Ke depannya, TPS hanya akan difungsikan sebagai tempat pembuangan residu atau sampah yang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi. Konsep ini bertujuan untuk mendorong masyarakat agar lebih aktif dalam mengolah sampah dari sumbernya.
Pihak DLH juga mengimbau masyarakat Rejang Lebong untuk aktif mengolah sampah dengan berbagai cara agar memiliki nilai guna ekonomis. Ini termasuk mendaur ulang sampah dan melakukan pemisahan antara sampah organik dan non-organik. Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian lokal, sementara sampah non-organik bisa didaur ulang menjadi produk lain.
Pengelolaan sampah ini direncanakan akan dilakukan secara terkoordinasi di tingkat desa atau kelurahan di 15 kecamatan di Rejang Lebong. "Untuk sampah organik bisa dijadikan pupuk atau lainnya. Termasuk untuk sampah un-organik, masyarakat juga akan diberi pelatihan untuk pengolahannya, di mana pelatihan ini akan mulai dari wilayah Kota Curup terlebih dahulu," kata Asli Samin.
Kesuksesan penanganan permasalahan sampah sangat bergantung pada kesadaran kolektif masyarakat setempat. Dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai ekonomis, Rejang Lebong dapat menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan mandiri.
Sumber: AntaraNews