Fakta Menarik: Kolaborasi USK dan BNN Wujudkan Wisata Sabang Bebas Narkoba, Bagaimana Caranya?
Pusat Riset USK dan BNN Kota Sabang bersinergi menciptakan destinasi Wisata Sabang Bebas Narkoba. Simak strategi unik mereka untuk pariwisata sehat dan aman!
Pusat Riset Komunikasi Pemasaran, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kita Kreatif) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh baru-baru ini menjalin kolaborasi penting. Mereka bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Sabang untuk mewujudkan destinasi wisata yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba. Inisiatif ini menandai langkah proaktif dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Kolaborasi strategis antara pusat riset dan BNN ini merupakan komitmen bersama. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa promosi destinasi tidak hanya berfokus pada keindahan alam dan budaya, tetapi juga pada nilai kesehatan serta ketahanan sosial masyarakatnya. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan citra Sabang sebagai destinasi yang berintegritas.
Sinergi ini menjadi bagian integral dari upaya memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan di Sabang. Pendekatan yang digunakan adalah berbasis komunitas dan pencegahan penyalahgunaan narkotika. Dengan demikian, Sabang diharapkan menjadi contoh pariwisata yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga sehat secara sosial.
Sinergi Riset dan Pencegahan untuk Pariwisata Berkelanjutan
Ketua Pusat Riset Kita Kreatif USK, T Meldi Kesuma, menyatakan bahwa integrasi riset dan pendekatan sosial menjadi kunci utama. Hal ini penting dalam membangun ekosistem wisata yang tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga sehat secara sosial. Meldi menekankan pentingnya fondasi masyarakat yang kuat.
“Pariwisata yang berkelanjutan harus berangkat dari masyarakat yang sehat, sadar, dan berdaya,” ujar Meldi. Pernyataan ini menggarisbawahi filosofi di balik kolaborasi tersebut, yaitu bahwa keberlanjutan sektor pariwisata sangat bergantung pada kondisi sosial dan kesehatan komunitas lokal. Fokus pada Wisata Sabang Bebas Narkoba menjadi prioritas.
Melalui integrasi ini, Pusat Riset Kita Kreatif USK berharap dapat memperkuat peran edukatif pariwisata. Mereka juga ingin memperluas implementasi program desa bersinar sebagai model pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat. Model ini bertujuan menciptakan lingkungan yang sehat, kreatif, dan berkelanjutan.
Meldi menambahkan, upaya ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem pariwisata yang berdaya saing sekaligus berintegritas. Keamanan dan kesejahteraan masyarakat menjadi pondasi utama keberlanjutan sektor wisata di Sabang. Dengan demikian, citra Sabang sebagai destinasi aman dan bersih akan semakin meningkat.
Strategi BNN Kota Sabang: Program Desa Bersinar dan Deteksi Dini
Sementara itu, Ketua Tim Pencegahan BNN Kota Sabang, Laela Murtrofin, menjelaskan berbagai upaya nyata yang telah dilakukan BNN. Upaya ini bertujuan menciptakan lingkungan wisata yang aman dari narkotika. Salah satunya adalah menjalankan program desa bersinar (Bersih Narkoba) di sejumlah gampong.
Program Desa Bersinar diawali dengan sosialisasi intensif dan pelibatan aktif BNN dalam berbagai kegiatan masyarakat desa. “Di Gampong Krueng Raya misalnya, kawasan wisata Nemo kini tidak hanya menjadi daya tarik wisata laut, tetapi juga menjadi contoh integrasi antara wisata dan kesadaran antinarkoba,” ujarnya.
Laela mengungkapkan rasa syukurnya bahwa hingga saat ini belum ada wisatawan yang terindikasi menggunakan narkoba di Sabang. Namun, tantangan utamanya justru datang dari kalangan masyarakat lokal. Ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih mendalam untuk komunitas setempat.
Sebagai upaya pencegahan, BNN Kota Sabang secara rutin melakukan pemeriksaan dan deteksi dini terhadap awak kapal. Kolaborasi dengan Bea Cukai dan aparat keamanan lainnya dalam razia narkotika juga terus dilakukan. “Langkah ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa para awak kapal yang datang dan beraktivitas di Sabang dalam kondisi bersih dari narkoba sehingga aktivitas wisata dapat berlangsung dengan rasa aman dan nyaman,” demikian Laela Murtrofin.
Sumber: AntaraNews