Fakta Baru: Dosen UPI yang Hilang Ditemukan di Cikole, Dipastikan Tak Terkait Aksi Demonstrasi
Dosen UPI Faujian Esa Gumilir yang sempat dikabarkan hilang kini telah ditemukan di Cikole, Lembang. Pihak kampus memastikan hilangnya tak terkait aksi demonstrasi. Apa penyebabnya?
Bandung – Kabar hilangnya dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Faujian Esa Gumilir, yang sempat menjadi perhatian publik, kini telah terungkap. Faujian, seorang pengajar Pendidikan Sejarah di Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) UPI, dilaporkan telah ditemukan dalam kondisi selamat. Penemuan ini mengakhiri kekhawatiran banyak pihak yang mencari keberadaannya sejak akhir Agustus lalu.
Faujian Esa Gumilir ditemukan di kawasan Cikole, Lembang, Bandung Barat, pada Jumat (5/9) malam. Pihak kampus, melalui Kepala Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI, Vidi Sukmayadi, segera mengonfirmasi kabar baik ini. Ia juga menegaskan bahwa hilangnya Faujian sama sekali tidak terkait dengan aksi demonstrasi yang marak terjadi belakangan ini.
Setelah ditemukan, Faujian langsung dikembalikan kepada keluarganya dengan didampingi oleh tim dari UPI. Meskipun demikian, kondisi kesehatan pria berusia 33 tahun ini dilaporkan agak menurun. Ia kini sedang menjalani perawatan medis di klinik terdekat dari kediamannya untuk memulihkan kondisinya.
Kronologi Penemuan dan Kondisi Terkini Dosen UPI
Dosen UPI Faujian Esa Gumilir terakhir kali terlihat oleh keluarganya pada 29 Agustus 2025, saat berpamitan untuk mengajar ke kampus. Setelah beberapa hari tidak pulang, pencarian pun dilakukan, melibatkan pihak kepolisian yang menyisir daerah Cikole, Lembang, berdasarkan jejak terakhirnya. Polisi menemukan sepeda motor Faujian di parkiran sebuah minimarket di Lembang.
Kapolsek Lembang, AKP Dana Suhenda, menjelaskan upaya pencarian yang dilakukan. "Jadi yang kami temukan selama pencarian itu hanya motornya saja di parkiran minimarket, dari CCTV dia buru-buru pergi sambil membawa tasnya. Tapi ketika di jalan tidak kelihatan lagi. Jadi kalau kami, sampai malam pencarian tidak menemukan yang bersangkutan," ujar AKP Dana Suhenda.
Sebelum ditemukan, Faujian sempat tinggal di salah satu masjid di Lembang selama tiga hari. Namun, jejaknya kembali hilang setelah itu. Beruntung, tim dari UPI berhasil menemukan Faujian di Cikole pada Jumat (5/9) malam dan segera mengantarkannya pulang ke keluarga. Kondisi kesehatan Faujian yang menurun menjadi perhatian utama.
Vidi Sukmayadi menambahkan, "Dari informasi yang kami dapatkan, jadi kondisi kesehatannya agak drop, sekarang sedang dalam perawatan medis di klinik terdekat dari kediamannya." Pihak kampus berencana untuk melakukan pendekatan lebih lanjut setelah kondisi Faujian membaik, sembari memohon doa untuk kesembuhannya.
Klarifikasi Status Hilang dan Spekulasi Awal
Nama Faujian Esa Gumilir sempat masuk dalam daftar orang hilang yang dicatat oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa hilangnya Faujian mungkin berkaitan dengan aksi demonstrasi besar yang terjadi di berbagai wilayah Tanah Air pada akhir Agustus 2025.
Namun, Vidi Sukmayadi dengan tegas membantah keterkaitan tersebut. "Tentang Pa Esa, beliau sudah kembali ke keluarganya tadi malam. Dan hilangnya beliau tidak ada sangkut paut dengan aksi demo," kata Vidi dalam pesan singkatnya. Klarifikasi ini penting untuk meluruskan informasi yang beredar di masyarakat.
Kontras sendiri mencatat masih ada beberapa orang lain yang dinyatakan hilang keberadaannya sejak aksi demonstrasi tersebut. Daftar orang hilang yang dicatat Kontras, selain Faujian Esa Gumilir, meliputi:
- Delta Surya Sindu Atmaja (lokasi terakhir di Bogor)
- Eko Purnomo (lokasi terakhir di Jakarta Pusat)
- Heri Susanto (lokasi terakhir di Jakarta Pusat)
- M. Miftakhul Huda (lokasi terakhir di Jakarta Pusat)
- Muhammad Farhan Hamid (lokasi terakhir di Jakarta Pusat)
Dengan ditemukannya Faujian, fokus kini beralih pada pemulihan kesehatannya. Pihak kampus dan keluarga berharap Faujian dapat segera pulih sepenuhnya dan kembali beraktivitas.
Sumber: AntaraNews