Erupsi Gunung Dukono: Kolom Abu Setinggi 1.400 Meter, Warga Diminta Waspada
Gunung Dukono di Halmahera Utara kembali erupsi pada Sabtu, 4 April, mengeluarkan kolom abu vulkanik setinggi 1.400 meter. Simak detail Erupsi Gunung Dukono dan imbauan kewaspadaan bagi warga sekitar.
Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik intens dengan erupsi yang terjadi pada Sabtu, 4 April. Peristiwa Erupsi Gunung Dukono ini menghasilkan kolom abu setinggi 1.400 meter di atas puncak kawah. Petugas mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya.
Erupsi Gunung Dukono tercatat terjadi sekitar pukul 11:08 WIT, dengan semburan abu tebal berwarna kelabu. Abu vulkanik tersebut terbawa angin menuju arah barat daya. Data seismograf juga mengonfirmasi adanya letusan dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi sekitar 55,07 detik.
Bambang Sugiono, petugas Pos Pengamatan Gunung Dukono, menyatakan bahwa aktivitas gunung ini masih sangat tinggi dan terjadi secara periodik. Status Gunung Dukono saat ini berada pada Level II atau Waspada, menunjukkan aktivitas di atas normal.
Peningkatan Aktivitas dan Imbauan Radius Bahaya
Erupsi Gunung Dukono pada Sabtu pagi terekam jelas oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 27 mm dan durasi sekitar 55,07 detik. Data ini memperkuat indikasi bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono tetap tinggi dan memerlukan perhatian serius. Gunung setinggi 1.087 meter di atas permukaan laut ini terus dipantau intensif.
Status Level II (Waspada) yang ditetapkan untuk Gunung Dukono mengindikasikan perlunya peningkatan kesadaran publik. Terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar area gunung. Peningkatan aktivitas ini menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pihak terkait.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi tegas. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang. Pembatasan area ini bertujuan untuk meminimalkan risiko terpapar material vulkanik.
Ancaman Kesehatan dan Upaya Mitigasi
Otoritas terkait memperingatkan bahwa erupsi Gunung Dukono dapat terjadi secara tidak terduga. Distribusi abu vulkanik juga bisa berubah sewaktu-waktu, tergantung pada arah dan kecepatan angin. Area terdampak abu dapat bergeser kapan saja.
Selain risiko material vulkanik yang jatuh, paparan abu juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan, khususnya sistem pernapasan. Bambang Sugiono menyarankan warga dan pekerja di area terdampak untuk selalu menggunakan masker. Atau setidaknya menutup hidung dan mulut guna melindungi diri dari abu.
Pemantauan terhadap Gunung Dukono terus dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas. Aktivitas vulkanik diamati secara cermat untuk memastikan keselamatan publik. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan warga serta memberikan informasi terkini terkait perkembangan aktivitas gunung tersebut.
Sumber: AntaraNews