Enam Kecamatan di Pandeglang Terendam Banjir, Ribuan Jiwa Terdampak Hujan Deras
Curah hujan tinggi menyebabkan enam kecamatan di Pandeglang terendam banjir, berdampak pada ribuan jiwa. Warga diimbau untuk tetap waspada menghadapi potensi banjir susulan.
Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten, setelah curah hujan tinggi mengguyur daerah tersebut selama beberapa hari terakhir. Akibatnya, enam kecamatan di Pandeglang kini terdampak luapan air yang signifikan, mengganggu aktivitas ribuan warga.
Kondisi ini diperparah dengan meluapnya aliran Sungai Ciliman, yang menjadi penyebab utama genangan air di berbagai permukiman warga. Pihak berwenang telah mengidentifikasi desa-desa di enam kecamatan yang paling parah terkena dampak bencana alam ini.
Data terbaru menunjukkan bahwa banjir ini telah berlangsung sejak Rabu (5/11) dan hingga kini masih terus terjadi, dengan laporan terakhir pada Jumat (7/11) malam mencatat ribuan jiwa terdampak. Situasi ini menuntut kesiapsiagaan tinggi dari masyarakat dan respons cepat dari pemerintah daerah.
Dampak dan Kondisi Terkini Banjir di Pandeglang
Banjir yang menerjang Pandeglang telah berdampak serius pada enam kecamatan, yaitu Panimbang, Angsana, Sobang, Cikeusik, Patia, dan Pagelaran. Ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi, berkisar antara 30 hingga 50 sentimeter, menyebabkan banyak rumah terendam dan akses jalan terganggu.
Menurut Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadaman Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang, Lilis Sulistiyati, "Masyarakat yang terdampak banjir itu di sejumlah desa di enam kecamatan antara lain Kecamatan Panimbang, Angsana, Sobang, Cikeusik, Patia dan Pagelaran." Lilis juga menambahkan bahwa berdasarkan laporan hingga Jumat (7/11) pukul 22.00 WIB, jumlah masyarakat yang terdampak banjir tersebut tercatat 3.181 jiwa atau 885 kepala keluarga (KK).
Curah hujan yang terus-menerus turun sejak Rabu (5/11) menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Ciliman, yang kemudian menyebabkan genangan air meluas. BPBD-PK Kabupaten Pandeglang terus memantau situasi dan mengimbau warga untuk tetap waspada.
Imbauan Waspada dan Potensi Banjir Susulan
Pemerintah daerah melalui BPBD-PK mengimbau seluruh masyarakat di wilayah terdampak banjir Pandeglang untuk meningkatkan kewaspadaan. Potensi curah hujan tinggi diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, meningkatkan risiko banjir susulan.
Camat Angsana Kabupaten Pandeglang, Acep Jumhani, menjelaskan bahwa di wilayahnya, dua desa terdampak banjir akibat luapan Sungai Ciliman. "Kami minta warga agar tetap waspada banjir susulan, karena potensi curah hujan beberapa hari ke depan masih berlangsung," ujarnya, menekankan pentingnya kesiapsiagaan.
Salah satu warga Desa Idaman, Kecamatan Patia, Udin, mengungkapkan kondisi rumahnya yang masih tergenang. "Kami terdampak banjir di sini selama tiga hari dan belum surut," kata Udin, menggambarkan kesulitan yang dihadapi warga. Kondisi ini menunjukkan bahwa banjir di Pandeglang masih menjadi ancaman serius dan memerlukan perhatian berkelanjutan dari semua pihak.
Sumber: AntaraNews