Empat Hari Pekerja Terjebak Tambang Freeport Longsor, Evakuasi Terkendala Material Lumpur Basah
Ketujuh pekerja yang terjebak itu hingga kini belum bisa dihubungi sejak area tambang bawah tanah GBC diterjang lumpur basah pada Senin (8/9) malam.
Kepolisian Sektor Tembagapura menyatakan Tim Emergency Response Grup (ERG) PT Freeport Indonesia masih berjuang untuk segera mengevakuasi tujuh pekerja yang terjebak dalam area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) di Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. Ketujuh pekerja yang terjebak itu hingga kini belum bisa dihubungi sejak area tambang bawah tanah GBC diterjang lumpur basah pada Senin (8/9) malam.
Kapolsek Tembagapura Iptu Firman mengatakan PT Freeport mengerahkan sejumlah peralatan untuk mengeluarkan material lumpur basah yang menggenangi area tambang bawah tanah GBC sejak Senin, 8 September 2025 malam.
"Alat berat tidak bisa masuk ke dalam terowongan karena begitu diangkat lumpurnya maju-maju terus (terdorong ke depan). Sampai sekarang lumpurnya masih sangat banyak," kata Firman dihubungi dari Timika, Kamis (11/9), sebagaimana dikutip dari Antara.
Menyikapi kondisi itu, menurut Firman, manajemen PT Freeport berupaya membuat lubang baru untuk bisa menyuplai bahan makanan maupun melakukan komunikasi dengan tujuh pekerja yang masih terjebak di dalam area tambang bawah tanah.
"Informasi yang kami terima mereka buat lubang baru lagi untuk bisa droping makanan ke dalam," ujar Firman.
Operasional Tambang Dihentikan Sementara
Sebelumnya PT Freeport Indonesia menyatakan menghentikan sementara seluruh operasi tambang bawah tanah usai tujuh pekerja belum bisa dihubungi sejak area tambang bawah tanah GBC diterjang lumpur basah pada Senin (8/9) malam. Manajemen Freeport juga diketahui terus membangun komunikasi dengan pihak keluarga para pekerja yang terjebak itu.
"Kami terus memusatkan semua sumber daya untuk evakuasi tujuh pekerja kontraktor yang hingga kini belum dapat dihubungi akibat insiden aliran material basah di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave," kata VP Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati dalam keterangan tertulisnya.