Dugaan Keracunan MBG di Demak, Pemprov Jateng Setop Operasional SPPG
Menunya terdiri dari nasi goreng, telur ceplok, acar timun wortel, tahu goreng, susu, dan jeruk.
Tim percepatan Makanan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Tengah Tengah mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tindakan ini menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan orang santri di Kabupaten Demak.
Sekretaris Tim Percepatan MBG Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan pasca ada insiden dugaan keracunan yang menimpa para santri di Kabupaten Semarang, Dinkes langsung mendatangi lokasi SPPG. Sedangkan untuk menunggu hasil uji laboratorium SPPG Khidmatul Ummah Madani telah dipasangi garis polisi.
"SPPG sudah berhenti operasional per tanggal 19 April 2026 menunggu hasil uji laboratorium," kata Hanung Triyono, Rabu (22/4).
Dia menyebut untuk kondisi MBG sendiri disalurkan ke pondok pesantren dan baru dikonsumsi pukul 13.30 Wib hingga sore hari. Menunya terdiri dari nasi goreng, telur ceplok, acar timun wortel, tahu goreng, susu, dan jeruk.
Dugaan awal penyebab para santri mengalami gejala keracunan adalah keterlambatan pengonsumsian MBG. Selain itu ada pula indikasi campuran nasi goreng dengan kuah acar.
"Tidak ditemukan indikasi awal bau/rasa menyimpang saat distribusi," ujarnya.
Dari keterangan Dinas Kesehatan Demak, para santri mengalami gejala keracunan pada Sabtu (19/4/2026) pagi. Tim juga sudah inspeksi ke SPPG Khidmatul Ummah Madani sudah dilakukan hasilnya sudah sesuai dan membutuhkan perbaikan.
"Kondisi dapur secara layout sudah sesuai, namun terdapat beberapa perbaikan, yaitu belum terdapat grease trap pada cuci bahan baku dan cuci ompreng, epoksi tidak sesuai, terdapat dua mes sebagai tempat istirahat, IPAL terbatas dan air agak keruh. SPPG sudah memiliki SLHS," jelasnya.
180 Santri Keracunan
Dari kesimpulan sementara, kasus dugaan keracunan yang dialami sekitar 180 santri di Desa Pilangwetan akibat faktor pascaproduksi.
Santri dari 3 Ponpes
"Perlu peningkatan pengawasan distribusi dan edukasi penerima manfaat," pungkasnya.
Sebelumnya ratusan santri dari tiga pondok pesantren di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Sabtu (19/4).