Dugaan Kematian Tak Wajar, Polisi Periksa Dua Saksi Terkait Laka Lantas Mahasiswa Unnes
Iko meninggal dunia mengalami kecelakaan Minggu (31/8) pukul 03.10 wib dini hari.
Polda Jawa Tengah memeriksa dua orang saksi terkait kasus kecelakaan yang menewaskan Iko Juliant Junior (19), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes). Kematian Iko diduga tidak wajar, dan penanganan kasus ini kini berada di bawah kewenangan Polrestabes Semarang.
"Kita masih pendalaman dengan memeriksa dua saksi, Vicky dan Aziz. Mereka diperiksa di Sat Lantas Polrestabes Semarang," kata Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, Selasa (2/9).
Dari keterangan polisi, Iko meninggal dunia mengalami kecelakaan Minggu (31/8) pukul 03.10 wib dini hari. Motor yang dikendarainya melaju kencang dari arah barat ke timur Jalan Veteran menabrak motor rekannya dari belakang.
"Korban tergeletak bersama tiga rekannya," kata dia.
Oleh petugas kepolisian yang mengetahui kemudian langsung korban dibawa untuk dilarikan ke RSUP Dr Kariadi Semarang.
"Korban Julian tergeletak menggunakan motor Supra langsung dibawa bersama tiga rekannya pakai mobil dinas Brimob ke Kariadi," ujarnya.
Untuk Iko dan Ilham mengalami luka berat. Sedangkan Viki dan Azis selamat karena hanya luk ringan.
"Yang ditabrak selamat. Luka ringan," ujarnya.
Terkait kejanggalan lokasi kecelakaan yang mulanya ditulis dalam Surat Tanda Penerimaan (STP) perkara kecelakaan berada di Jalan Dr Cipto, Kecamatan Semarang Timur, ternyata diketahui TKP kecelakaan berada di Jalan Veteran, pihaknya menyebut kesalahan terjadi karena insiden yang berlangsung sigkat.
"Peristiwa yang sangat singkat, orang yang membawa belum tentu tahu namanya jalan apa. Perlu kita cek faktanya seperti apa dan kita mengumpulkan CCTV-nya yang ada di jalan, semua harus dikumpulkan, dan saksi-saksi harus diambil keterangan," ungkapnya.
Sedangkan keluarga menyebut kalau kematian Iko janggal. Sebab, keluarga mendapat informasi Iko dirawat di RSUP Dr Kariadi pada siang hari, meski kecelakaan disebut terjadi dini hari.
"(Kenapa keluarga baru dapat kabar siang?) Itu nanti perkembangan dinamika di lapangan. Orang kecelakaan lalu lintas, panik. Semua itu ada dinamikanya, nanti kita lihat perkembangannya, hasil penyelidikan seperti apa," ujarnya.
Para korban mengalami luka ringan dan luka berat. Terkait luka Iko yang janggal karena bibirnya pecah dan terdapat lebam di mata, pihaknya nanti perlu dilakukan visum untuk mengetahui penyebab luka.
"Kita minta hasil visumnya seperti apa. Nanti yang akan berbicara adalah visum. Kita saat ini mengumpulkan fakta-fakta dan bukti di lapangan. Untuk Otopsi itu nanti perkembangan proses penyelidikan dan penyidikan. Nanti kita minta supaya penyidik betul-betul profesional, transparan, menyampaikan fakta yang ada di lapangan," katanya.