DPR: Proyek yang menjerat Dewie Yasin Limpo tak pernah dibahas
Dewie tidak pernah menyampaikan soal proyek ini dalam pembahasan bersama komisi.
Hari ini Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Wakil Ketua Komisi VII DPR Mulyadi. Dia diperiksa selama lebih dari lima jam.
Anggota Komisi VII DPR Nasyirul Falah Amru angkat bicara terkait pemeriksaan koleganya. Menurutnya, Mulyadi dimintai keterangan sebab dia pimpinan komisi. Amru menegaskan, proyek pembangkit listrik mikro hidro di Deiyai, Papua yang menyeret Dewie Yasin Limpo tak pernah dibahas dalam rapat komisi.
"Setahu saya tidak ada. Tidak pernah ada pembahasan itu. Kan ada risalah rapatnya kalau mau ditanyakan soal itu," kata Amru saat dihubungi merdeka.com, Rabu (4/11).
Politikus PDIP menuturkan, jika tak pernah dibahas dalam rapat komisi, kemungkinan muncul sebagai aspirasi personal. Namun, kata dia, Dewie tidak pernah menyampaikan soal proyek ini dalam pembahasan bersama komisi.
"Aspirasi itu dari mana membawa, disampaikan. Kalau aspirasi kan tak ditanggapi juga tidak masalah. Kalau aspirasi kan dari konstituen. Tapi selama ini aspirasi soal hal ini juga tidak pernah dibahas," terangnya.
Amru juga menjelaskan, proyek tersebut tak masuk dalam APBN 2016. Dia sekaligus membantah ada hubungan antara kasus Dewie Yasin Limpo dengan anggota komisi VII lainnya.
"Tapi ya tidak ada kaitannya dengan komisi VII. Setahu saya tidak ada (di APBN). Wong tidak pernah dibahas," tuturnya.
Baca juga:
Sespri Dewie Limpo bantah dapat 7 persen dari proyek listrik Papua
Wakil ketua komisi VII diperiksa KPK saksi kasus suap Dewie Yasin
Diperiksa KPK soal Dewie Yasin, Mulyadi ngaku ditanya tupoksi DPR
Pimpinan Komisi VII DPR akui Dewie Limpo ajukan proyek listrik Papua
Kesal ditahan, staf ahli Dewie Limpo sebut dirinya diculik KPK