DPO pembunuh dua pengikut Padepokan Dimas Kanjeng menyerahkan diri
DPO pembunuh dua pengikut Padepokan Dimas Kanjeng menyerahkan diri. Seorang pelaku yang ikut terlibat melakukan pembunuhan terhadap pengikut Padepokan Dimas Kanjeng yakni Abdul Gani dan Ismail, menyerahkan diri ke Polda Jatim, Kamis (6/10). Pelaku berinisial M, selama ini menjadi daftar pencarian orang (DPO).
Seorang pelaku yang ikut terlibat melakukan pembunuhan terhadap pengikut Padepokan Dimas Kanjeng yakni Abdul Gani dan Ismail, menyerahkan diri ke Polda Jatim, Kamis (6/10). Pelaku berinisial M, selama ini menjadi daftar pencarian orang (DPO) sejak polisi menangkap pelaku lainnya yang ikut melakukan pembunuhan terhadap Abdul Gani dan Ismail.
Setelah itu polisi, baru melakukan penangkapan terhadap pengasuh padepokan Dimas Kanjeng yakni Taat Pribadi. Sedangkan, tersangka M ini sendiri saat dilakukan penggerebekan dan penangkapan di Kediri, ternyata menghilang.
"Tersangka ini menyerahkan diri, karena hidupnya tidak tenang. Karena, kalau tidur selalu berpindah-pindah, mulai dari kediri, Madiun, kemudian di Magetan," terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (6/10).
Selama menghilang, dan menjadi DPO polisi, ternyata tersangka M menjadi seorang nomaden. Hidupnya yang selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
"Bahkan, selama menjadi DPO, tersangka M ini pernah tidur di pom bensin. Karena takut ditangkap dan ditahan," tambah Argo.
Lantaran hidupnya menjadi tidak tenang, tersangka M, kemudian memberanikan diri menemui anak angkatnya yang ada di Kediri. Mengaku, kalau hidupnya sekarang itu tidak tenang, lantaran dikejar polisi.
"Tersangka ini menyerahkan diri diantarkan dan didampingi anak angkatnya. Datang sekitar pukul 11.30 WIB. Sekarang menjalani pemeriksaan di ruang Ditreskrimum," ucap Argo
Menurut dia, dalam pemeriksaan dan keterangan tersangka lainnya yang sudah ditangkap duluan, tersanka M ikut serta melakukan pembunuhan terhadap Abdul Gani dan Ismail.
"Turut serta, dalam ikut melakukan perancanaan pembunuhan," tandas dia.
Baca juga:
LPSK lindungi 12 saksi korban kasus Dimas Kanjeng
Polisi telusuri keberadaan dua polisi jadi pengikut Dimas Kanjeng
Polisi dalami peran Marwah Daud di Padepokan Dimas Kanjeng
TB Hasanuddin soal TNI ikut Dimas Kanjeng: Otaknya tidak dipake
Pemkot Samarinda resmi tutup sementara padepokan Taat Pribadi
Dimas Kanjeng ditangkap, pengikut asal Sumsel menghilang
Pikat anggota baru, pengikut Dimas Kanjeng sering catut nama Jokowi