Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Dimas Kanjeng ditangkap, pengikut asal Sumsel menghilang

Dimas Kanjeng ditangkap, pengikut asal Sumsel menghilang Pengasuh Padepokan Kanjeng Dimas. ©2016 Merdeka.com/Masfiatur Rochma

Merdeka.com - Setelah Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap polisi lantaran kasus dugaan pembunuhan dua santrinya dan penipuan, tiga pengikut asal Sumatera Selatan tak lagi diketahui keberadaannya. Mereka hilang bak ditelan bumi dalam waktu singkat.

Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, Amin Yati mengatakan, sebelumnya dia cukup intens komunikasi dengan tiga pengikut Dimas Kanjeng, baik melalui telepon maupun bertatap muka langsung. Namun sejak beberapa hari terakhir, Amin hilang kontak dengan ketiganya.

"Beberapa hari ini saya telepon terus tapi tak aktif lagi, kayak di luar sambungan begitu. Habis Subuh tadi juga dihubungi tetap tak bisa," ungkap Amin, Kamis (6/10).

Amin juga pernah datang langsung ke rumah kontrakan salah satu pengikut Dimas Kanjeng di kawasan Sematang Borang, Palembang. Dari pernyataan tetangga, yang bersangkutan telah pergi meninggalkan rumah tak lama setelah Dimas Kanjeng berhadapan dengan hukum.

"Harta bendanya dijual, orangnya sudah pergi. Apa ke jawa atau kemana, kita belum ada komunikasi lagi," ujarnya.

Amin menyesalkan ada warga Sumsel yang salah satunya berstatus ustaz turut terpikat dengan iming-iming manis Dimas Kanjeng yang patut dicurigai. Menurut dia, hal ini disebabkan kerawanan kritis umat mulai terkikis sehingga mudah terpengaruh dengan kelompok-kelompok tertentu.

"Ini juga karena sifat serakah, yang kaya makin serakah, yang menengah pingin duit lebih, yang miskin juga lebih mudah lagi tergiur. Pemahaman agama perlu ditingkatkan lagi, jangan mudah percaya, harus teliti dulu," tukasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP