LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ditelepon anak ditangkap polisi, PNS di Pekanbaru tertipu Rp 20 juta

Ternyata, anak yang dikabarkan ditangkap itu sedang berada di rumah temannya.

2015-07-06 13:21:20
Penipuan
Advertisement

Rosnawati (50) kaget bukan kepalang saat mendengar anaknya ditangkap polisi karena terlibat kasus narkotika. Tanpa pikir panjang, dia pun mentransfer uang Rp 20 juta kepada penelpon yang mengaku sebagai anggota polisi.

Setelah uang ditransfer, barulah dia kemudian meminta keluarganya untuk mencari sang anak, Prealy. Ternyata, anak yang dikabarkan ditangkap itu sedang berada di rumah temannya.

Sadar telah menjadi korban polisi gadungan, Pegawai Negeri Sipil yang tinggal di Kecamatan Marpoyan Damai itu melapor ke Mapolresta Pekanbaru. Dia ingin pelaku diproses sesuai aturan yang berlaku.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo dikonfirmasi merdeka.com membenarkan adanya laporan tersebut. "Laporannya sudah masuk ke Polda Riau. Penyelidikannya dilakukan Polresta Pekanbaru," katanya, Senin (6/7).

Data di Mapolda Riau menyebutkan, kejadian berawal sewaktu korban mendapat telepon dari nomor tak dikenal, Minggu (5/7) sekitar pukul 11.53 WIB.

Dari nomor 081362439472 itu, korban dikabarkan bahwa anaknya tersebut telah ditangkap karena menyimpan narkotika. Penelpon yang mengaku polisi tadi mengaku bisa mengeluarkan anak korban.

Kepada korban, pelaku meminta uang Rp 20 juta. Pelaku tak mau ditemui, tapi uangnya ditransfer melalui rekening. Ingin anaknya bebas, kemudian korban pergi ATM Bank Riau Kepri di Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Di sini, korban mentransfer uang dengan jumlah tersebut.

Begitu uang ditransfer, barulah korban meminta anaknya yang lain untuk mencari Pearly. Akhirnya, sang anak ditemukan sedang berada di rumahnya, dan tidak tersangkut kasus narkotika.

Atas kejadian ini, Guntur mengimbau masyarakat supaya tidak mudah percaya dengan penelpon yang mengaku polisi dan menyebut ada keluarga yang ditangkap.

"Apalagi sudah meminta uang. Sebaiknya, dicek langsung ke kantor polisi. Dan terpenting lagi, polisi tidak boleh menerima uang dalam menangani kasus," tegas Guntur.

Baca juga:
Lucu, ini penipuan online paling konyol se-Indonesia
Gambit, otak pelaku kriminal di Aceh Timur dibekuk polisi
Anggota Polisi di Yogya terlibat percaloan PNS
Jengkel diajak mabuk, tahanan kota PN Madiun tembak tukang parkir
Polda DIY bekuk spesialis perampok toko

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.