Disebut Menkes Kalah dari Jateng & Jatim, ini Langkah Dinkes Jabar buat Dorong Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis
Untuk mendongkrak angka partisipasi masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat pun berencana menjemput bola.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan jumlah partisipasi masyarakat Jawa Barat untuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih kalah dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jawa Barat peringkatnya ada di urutan keenam.
“Jawa Barat nomor 6,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, di SMPN 5 Bandung, Senin (4/8).
Untuk mendongkrak angka partisipasi masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat pun berencana menjemput bola.
Kadinkes Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, mengatakan salah satu yang elemen masyarakat yang belum banyak berpartisipasi dalam program CKG adalah para pekerja. Untuk itu, ia mengatakan pihaknya akan menyambangi pabrik-pabrik untuk pelaksanaan CKG.
"Nanti kami akan merambah ke pabrik. Jadi rata-rata pekerja kita tuh sama nih sibuk tidak ada waktu gitu ya. Ada rencana ke situ karena tadi kan pabrik itu kan ada ribuan ya," ucapnya, kepada wartawan di lokasi yang sama.
Untuk langkah awal, Vini bilang, pihaknya akan mendatangi sejumlah komunitas di masyarakat. Di antaranya perkumpulan ibu-ibu pengajian dan organisasi Islam.
"Nah, untuk sementara ini kita ke komunitas dulu gitu. Nanti kalau udah mulai lenggang masyarakat. Seperti sebetulnya ya, Pak Gubernur itu sudah mengeluarkan surat edaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) wajib CKG," jelas dia.
Jabar Mengalami Peningkatan Partisipasi
Kendati tingkat partisipasi masyarakatnya bukan paling banyak, namun Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan jumlah partisipasi warga Jawa Barat mengalami peningkatan. Adapun menurutnya, jumlah partisipasi warga Jawa Barat saat ini sudah mencapai sekitar 2,4 juta orang.
"Jawa Barat sudah 2,4 juta. Jawa Barat dulu di bawah. Dulu paling banyak Jawa Tangga nomor satu, Jawa Timur. Jawa Barat nomor enam. Sekarang naik," ucapnya.
Adapun berdasarkan catatan yang Menkes ingat, hingga kemarin telah ada 16 juta orang di Indonesia yang berpartisipasi dalam program CKG, sejak Februari lalu. Ia menyebut, 250 ribu hingga 280 ribu orang berpartisipasi tiap harinya.
"Jadi mulanya kan 10 Februari 2025, per kemarin sudah 16 juta, dan per harinya saya sudah lihat 250-280 ribu. Per hari. Jadi kalau sebulan 25 kali itu sepuluh ribu, lima setengah juta sebulan," bebernya.
Pemprov Jabar Targetkan 8,6 Juta Murid Ikuti Cek Kesehatan Gratis pada Oktober
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan sebanyak 8,6 juta pelajar dapat mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebelum akhir tahun. Program CKG oleh Kementerian Kesehatan RI baru saja diluncurkan pada hari ini, Senin (4/8).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menargetkan 8,6 siswa di Jawa Barat dapat berpartisipasi semua hingga bulan Oktober nanti.
"Ini waktunya sampai nanti bulan target saya sih sebetulnya Oktober. Walaupun target nasional itu sampai Desember," ucapnya kepada wartawan, di SMPN 5 Bandung, Senin (4/8).
Kendati optimis, ia tak menyangkal ada kemungkinan target tersebut meleset. Sebab, tes fisik sendiri menurutnya membutuhkan waktu yang cukup lama.
"Cuma karena tadi bisa lihat ya bahwa untuk tes kesegaran jasmani aja kan butuh waktunya lama tapi itu akan kami lakukan. Setelah itu data akan masuk. Baru kami analisa," kata Vini.
Vini mengatakan, pihaknya telah mensosialisasikan program CKG ini sebelumnya selama empat kali berturut-turut mulai jenjang SD, SMP, SMA sederajat.
Sebuhung dengan jumlah puskesmas yang masih terbatas, dia bilang pelaksanaan CKG pun dilakukan di sekolah dengan jadwal yang telah ditentukan. Namun, dalam praktiknya, tetap ada tim dari puskesmas yang dilibatkan.
"Kami punya target tuh 8,6 juta partisipasi. Sedangkan kan jumlah Puskesmas terbatas ya. Sehingga itu sudah dijadwalkan,” kata dia.
Dijelaskan Vini, pelaksana CKG akan dimulai dengan menyasar target kelas 7 SMP. Apabila telah selesai semua, akan dilanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Misalnya minggu ini kita khusus untuk SMP kelas tujuh itu dibereskan semua," ujar Vini.
Adapun untuk jenjang SD, kata dia akan dilakukan lewat sistem pelaksanaan serupa.