LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dinas kesehatan pastikan tak ada vaksin palsu di Kota Malang

Persoalan di Kota Malang justru penggunaan vaksin yang masih minim.

2016-06-29 22:33:00
Vaksin palsu
Advertisement

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Asih Tri Rachmi memastikan wilayah kerjanya masih aman dari penyebaran vaksin palsu. Saat kabar tentang peredaran vaksin palsu muncul, pihaknya langsung melakukan survei ke seluruh rumah sakit dan klinik swasta.

"Hasilnya tidak ditemukan adanya vaksin palsu. Sementara ini aman. Sudah kita survei di Melati Husada dan Hermina, tidak ada vaksin palsu. Rumah sakit serta klinik di Kota Malang untuk imunisasi dasar banyak yang ambil dari Dinkes," kata Asih kepada wartawan, Rabu (29/6).

Menurut Asih, yang justru menjadi persoalan adalah penggunaan vaksin yang masih minim. Karena sebagian warganya masih acuh tak acuh mengantarkan anaknya ke Posyandu guna mendapatkan vaksinasi.

Advertisement

Dinas Kesehatan mencatat, hanya 23 kelurahan dari total 57 kelurahan yang masuk dalam kategori Universal Child Immunization (UCI) atau kelurahan dengan angka imunisasi rata dan benar. Sejumlah kelurahan tingkat imunisasinya masih rendah.

Kelurahan dengan tingkat imunisasi masih sangat rendah diantaranya Kelurahan Tlogowaru, Lowokwaru, Sumbersari, Jatimulyo, Wonokoyo, Tulusrejo, Kedungkadang dan Kota Lama. Sedangkan kelurahan yang sudah masuk kategori ICU diantaranya Kelaurahan Tunggulwulung, Sawojajar, Madyopuro dan Lesanpuro.

Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya angka balita terimunisasi, salah satunya pemahaman masyarakat yang masih rendah. Banyak warga lebih memilih menghabiskan waktunya untuk mencari nafkah daripada membawa anak ke Posyandu. "Kader posyandu sudah bekerja maksimal," katanya.

Advertisement

Padahal pelayanan imunisasi sudah bisa didapatkan dari Puskesmas dan Posyandu. Kota Malang memiliki 15 puskesmas, 1 rumah sakit bersalin dan 650 posyandu di seluruh RW.

Untuk meningkatkan penggunaan vaksin, pihaknya akan mengoptimalkan fungsi dan peran kader posyandu. Kader akan secara intensif memberikan pemahaman kepada masyarakat yang masih enggan membawa balitanya mendapatkan vaksin.

Baca juga:
Polri minta Kemenkes pastikan RS yang disidak sediakan vaksin asli
Bareskrim dalami keterlibatan rumah sakit di kasus vaksin palsu
Wali Kota Banda Aceh pastikan RS pemerintah tak gunakan vaksin palsu
Wagub Jabar nilai pembuat vaksin palsu sama dengan pembunuh balita
KPAI desak pemerintah usut kasus vaksin palsu secara transparan
DPR desak Kemenkes umumkan rumah sakit pengguna vaksin palsu
Medan belum dinyatakan bebas vaksin palsu

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.