Dilarang Megawati Ikut Retret Prabowo, Ini yang Dilakukan Walikota Semarang
Agustina sedang menunggu arahan selanjutnya soal larangan Megawati tersebut.
Di hari pertamanya bekerja, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti memilih menggelar rapat terbatas untuk menangani permasalahan yang lebih mendesak, dan penting di Kota Semarang.
"Saya langsung menggelar rapat terbatas di Pemkot Semarang untuk bisa menangani masalah-masalah yang urgent," kata Agustina, Jumat (21/2).
Hingga saat ini, Bendahara Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jateng itu masih berada di Kota Semarang.
"Iya, kami yang dari PDI Perjuangan tidak hadir ke Magelang," ungkapnya.
Sambil rapat terbatas dengan organisasi pemerintah daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Semarang, pihaknya masih menunggu arahan Partainya untuk mengikuti retreat di Akmil Magelang delapan hari mendatang.
"Semarang ke Magelang dekat, saya menunggu arahan partai lebih lanjut," kata Agustina.
Sertijab Tanpa Mbak Ita
Di sisi lain, serah terima jabatan yang dilakukan oleh Agustina Wilujeng dan wakilnya, Iswar Aminuddin, tanpa kehadiran Hevearita Gunaryanti Rahayu alias Mbak Ita. Sebab, Mbak Ita telah ditahan KPK karena kasus korupsi.
Dalam sertijab ini, penyerahan memori jabatan dari Wali Kota Semarang sebelumnya diwakilkan oleh Plh Wali Kota Semarang M Khadik yang juga menjabat Pj Sekretaris Daerah Kota Semarang.
Dalam pidatonya, Agustina meminta doa agar nantinya kepemimpinannya yang diemban dalam lima tahun ke depan bisa bertugas dengan baik dan menyajikan pemerintahan yang sehat demokrasinya. Dia berjanji pemerintahannya akan terbuka dan transparan.
"Nota pelaksanaan tugas Wali Kota Semarang yang diserahkan Bapak Sekda ini penting untuk melanjutkan roda pemerintahan dan merumuskan langkah strategis ke depan. Kami akan penuhi tanggung jawab dan junjung transparansi dan akuntabilitas," kata Agustina Wilujeng.
"Saya sampaikan rasa hormat dan apresiasi yang setinggi-tigginya kepada Ibu Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita atas kepemimpinannya meneruskan kepemimpinan pak Hendrar Prihadi (Hendi) yang diangkat sebagai kepala LKPP," ujarnya.
Larangan Megawati
Sebelumnya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memerintahkan seluruh kepala dan wakil kepala daerah dari partai berlambang Banteng moncong putih tidak mengikuti retret oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Hal demikian seperti tertuang dalam instruksi harian dengan nomor 7294/IN/DPP/II/2025 tertanggal 20 Februari 2025. Megawati menandatangani langsung surat tersebut yang ditujukan ke kepada para kepala dan wakil kepala daerah dari PDIP.
"Kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk menunda perjalanan yang akan mengikuti retret Magelang pada 21-28 Februari 2025," demikian tertulis dalam instruksi harian yang ditandatangani Megawati, Kamis (20/2).
Para kepala dan wakil kepala daerah yang sudah dalam perjalanan menuju Magelang, Jawa Tengah, untuk menghentikan kegiatan.
Para kepala dan wakil kepala daerah dari PDIP tetap bersiaga untuk mendengarkan instruksi harian lebih lanjut dari Megawati.
Adapun, kebijakan menunda kepala dan wakil kepala daerah diterbitkan setelah mencermati dinamika politik nasional. Yaitu, langkah KPK menahan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.