Diduga Mau Mencuri, Warga di Tasikmalaya Tewas Dihakimi Massa
"Saya minta pihak berwenang tolong telusuri kasus ini. Memang posisi adik saya salah, tapi kan tidak bisa main hakim sendiri," ungkap kakak korban.
YR (34) seorang warga Kota Tasikmalaya meninggal dunia setelah dirawat beberapa saat di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya. Ia diduga meninggal usai dihakimi massa karena masuk rumah orang tanpa izin dan diduga hendak melakukan pencurian.
Kapolsek Mangkubumi, Polresta Tasikmalaya, Iptu Endang Wijaya mengungkapkan, awalnya pihaknya menerima laporan dugaan pencurian di Kampung Peundeuy, Kelurahan Linggajaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, pada Minggu (31/1).
“Saat kita datang ke lokasi yang dilaporkan, YR ini sudah tergeletak di pinggir jalan. Karena masih hidup, YR ini kita bawa ke rumah sakit agar menerima pengobatan,” ujarnya, Senin (1/2).
Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi, Endang menyebut, YR diketahui dihakimi warga sekitar karena kedapatan hendak masuk rumah orang tanpa izin dan diduga hendak mencuri.
Dia menjelaskan, YR merupakan seorang residivis yang baru selesai menjalani masa tahanan di lembaga pemasyarakatan dalam kasus pencurian.
“Diduga YR ini hendak mencuri lagi, tapi aksinya yang tengah berusaha naik ke lantai dua ketahuan warga, oleh warga langsung dikepung. Saat turun langsung disergap,” jelasnya.
Saat disergap warga, lanjut Endang, menurut saksi YR sempat menyerang warga menggunakan kayu. Warga yang melihat aksi tersebut pun langsung marah dan menghakimi pelaku hingga babak belur. YR yang sempat dirawat di RSUD dr Soekardjo pun akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah beberapa jam mendapatkan perawatan.
"Keluarga menolak autopsi. Jenazah dibawa kembali oleh keluarga," ujar Kapolsek.
Saat ini, Endang menyebut, pihaknya masih menunggu keputusan dari pihak keluarga terkait tindak lanjut kasus tersebut.
“Saat ini keluarga ingin fokus untuk memakamkan YR dan akan berembuk untuk tindak lanjut kasus tersebut,” sebutnya.
Sementara itu, kakak YR, Ali Sadikin (29) mengungkapkan bahwa adiknya diketahui meninggal dunia akibat dipukuli warga. Namun ia belum mengetahui detail kejadiannya seperti apa. Dari kabar yang diterimanya, adiknya ketahuan saat hendak masuk rumah warga.
"Saya minta pihak berwenang tolong telusuri kasus ini. Memang posisi adik saya salah, tapi kan tidak bisa main hakim sendiri," ungkapnya.
Baca juga:
Kasus Kekerasan BPR Solo, 4 Pelaku Masuk Daftar Buruan Polisi
4 Pengeroyok Anggota TNI di Rejang Lebong Dituntut 4,6 dan 7,6 Tahun Penjara
4 Pelaku Anak di Bawah Umur, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota TNI Dipercepat
Fakta Baru 2 Anggota TNI di Bengkulu Tewas Dikeroyok, 6 Pelaku Sudah Bawa Sajam
4 Pelaku di Bawah Umur, Rekonstruksi Pembunuhan TNI di Rejang Lebong Digelar Tertutup
1 Anggota TNI di Rejang Lebong Tewas Dikeroyok 9 Remaja, 1 Kritis Dirawat di RS