Dedi Mulyadi Sebut Memperbaiki Kerusakan Imbas Demo Mudah, yang Harus Segera Direspons Kehendak Publik
Ia menekankan bahwa selain perbaikan fisik, yang lebih penting adalah peningkatan kualitas pelayanan publik.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, buka suara soal kerusakan bangunan aset MPR RI di Jalan Diponegoro, Bandung, yang diduga dibakar massa dan juga sejumlah fasilitas umum lainnya yang rusak saat aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Jabar, Jumat (29/8).
Ia mengatakan masalah perbaikan bukan soal. Hal yang menjadi tantangan ialah merespons kehendak publik terkait aksi unjuk rasa tersebut.
“Kalau kerusakan itu mudah untuk kami perbaiki, enggak ada problem. Yang harus segera kami respons hari ini adalah apa yang menjadi kehendak publik itu kemudian nanti kami lahirkan melalui kebijakan-kebijakan yang lebih nyata, itu penting,” ungkap Dedi kepada wartawan di Gedung Sate, Minggu (31/8).
Ia menekankan bahwa selain perbaikan fisik, yang lebih penting adalah peningkatan kualitas pelayanan publik. Kepercayaan masyarakat kepada pemerintah harus diperkuat dengan sikap mental yang lebih baik dalam melayani publik.
"Kalau kerusakan-kerusakan kami benahi, tetapi yang paling utama dari itu adalah sikap mental kami untuk melayani publik secara nyata dan harus lebih baik dibanding kemarin," tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung segera merumuskan langkah-langkah perbaikan terhadap sejumlah fasilitas dan bangunan yang terdampak pasca aksi unjuk rasa anarkis di Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung. Salah satunya adalah bangunan cagar budaya milik MPR RI di kawasan tersebut yang terbakar dalam demo pada Jumat kemarin.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa pemulihan gedung cagar budaya tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan. Hal ini dikarenakan nilai sejarah dan budaya yang terkandung di dalamnya.
"Ini adalah gedung cagar budaya, jadi perbaikannya akan melibatkan para ahli dan berkoordinasi dengan Sekretariat MPR RI serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan," jelas Farhan.
Selain bangunan cagar budaya, beberapa fasilitas lain yang juga terdampak adalah sebuah bank, kantor keamanan di Jalan Ir. H. Juanda-Sulanjana, Rumah Makan Sambara, dan dua rumah warga di kawasan Gempol. Semua bangunan ini mengalami kerusakan serius.
Di sisi lain, Pemkot Bandung sudah mengambil langkah cepat untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Salah satunya adalah perbaikan traffic light yang rusak di kawasan Cikapayang, yaitu di persimpangan Jalan Ir. H. Djuanda dengan Jalan Diponegoro, serta di bawah Flyover Mochtar Kusumaatmadja.
Sebagai langkah pengamanan sementara, arus lalu lintas di area tersebut diawasi oleh petugas Linmas kewilayahan dan Dinas Perhubungan untuk menjaga kelancaran mobilitas warga.