Damkar Evakuasi ABK Meninggal Dunia Akibat Kebakaran Rumah di Komplek Militer Bandung
Sebuah insiden tragis Kebakaran Rumah Bandung di Komplek Militer Angkub Bengrad menewaskan seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Damkar Kota Bandung berhasil memadamkan api setelah penanganan intensif.
Sebuah insiden kebakaran hebat melanda enam unit rumah di Komplek Militer Angkub Bengrad, Jalan Turangga, Kota Bandung, pada hari Minggu. Tragedi ini menyebabkan seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bernama Zakaria Eka Candra meninggal dunia di lokasi kejadian. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandung segera bertindak cepat setelah menerima laporan.
Laporan mengenai kejadian nahas ini diterima oleh Damkarmat pada pukul 10.52 WIB, dan tim langsung diterjunkan ke lokasi. Petugas berhasil menguasai api setelah penanganan intensif selama lebih dari satu jam. Korban yang meninggal telah dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk penanganan lebih lanjut.
Penyebab awal kebakaran diduga berasal dari aktivitas seorang anak yang bermain api di dekat kompor, memicu api merambat dengan cepat. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya api di lingkungan padat penduduk. Kerugian material ditaksir cukup besar dengan area terbakar mencapai 144 meter persegi.
Kronologi Kebakaran dan Respons Cepat Damkar Bandung
Insiden kebakaran yang menghanguskan enam petak rumah di Komplek Militer Angkub Bengrad, Jalan Turangga, Kota Bandung, terjadi pada Minggu pagi. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Bandung menerima laporan kejadian pada pukul 10.52 WIB. Respons cepat ditunjukkan dengan pengerahan tim ke lokasi dalam waktu lima menit setelah laporan diterima.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, menjelaskan bahwa luas area yang terbakar mencapai sekitar 144 meter persegi. Untuk mengatasi api yang cepat menjalar, pihaknya mengerahkan sebanyak 10 unit mobil pemadam. "Kami tiba di lokasi sekitar lima menit setelah laporan masuk, dengan objek yang terbakar kurang lebih enam petak rumah dengan luas area sekitar 144 meter persegi," ujar Soni.
Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak cepat untuk mengidentifikasi titik api dan melakukan upaya pemadaman. Kondisi pemukiman padat penduduk membuat perambatan api menjadi sangat cepat. Oleh karena itu, pengerahan kekuatan penuh menjadi prioritas utama dalam penanganan kebakaran ini.
Korban Jiwa dan Penyebab Awal Insiden Tragis
Tragisnya, insiden Kebakaran Rumah Bandung ini menelan korban jiwa. Seorang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bernama Zakaria Eka Candra, berusia 23 tahun, meninggal dunia akibat kebakaran tersebut. Korban telah dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk penanganan lebih lanjut.
"Anak dalam kondisi berkebutuhan khusus dengan usia 23 tahun meninggal dunia dan sudah dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih," kata Kepala Dinas Damkarmat Kota Bandung Soni Bakhtiyar. Kehilangan ini menjadi duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Penyebab awal kebakaran diduga berasal dari kelalaian. Soni menjelaskan, "Kebakaran tersebut berawal dari anak salah satu pemilik rumah yang bermain api di dekat kompor." Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya bermain api, terutama di area yang berdekatan dengan sumber gas atau bahan mudah terbakar.
Api yang bermula dari kompor tersebut dengan cepat menyebar dan merambat ke rumah-rumah di sekitarnya. Kondisi bangunan yang berdekatan dan kemungkinan material yang mudah terbakar mempercepat laju perambatan api. Hal ini menyebabkan kerusakan yang signifikan pada enam unit rumah yang terdampak.
Upaya Pemadaman dan Pencegahan Perambatan Api
Dalam upaya memadamkan api, petugas Damkarmat Kota Bandung menerapkan strategi penyekatan. Penyekatan dilakukan dari arah depan dan belakang area kebakaran untuk membatasi perambatan api ke bangunan lain. Langkah ini krusial mengingat potensi api menyebar luas di area padat penduduk.
"Petugas langsung melakukan penyekatan dari arah depan, belakang untuk membatasi perambatan," jelas Soni. Pengerahan 10 mobil pemadam juga mendukung efektivitas proses pemadaman. Tim bekerja secara sinergis untuk memastikan api tidak meluas ke area yang lebih besar.
Setelah penanganan intensif, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Waktu penanganan kebakaran tercatat selama 1 jam 21 menit sejak laporan diterima hingga api dinyatakan padam. Keberhasilan ini menunjukkan kesigapan dan profesionalisme tim Damkarmat dalam menghadapi situasi darurat Kebakaran Rumah Bandung.
Meskipun api telah padam, masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran. Edukasi mengenai penanganan dan pencegahan kebakaran menjadi penting untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang. Pemeriksaan instalasi listrik dan gas secara berkala juga sangat dianjurkan.
Sumber: AntaraNews