Dalih sibuk, ketua DPR akui belum lapor harta ke KPK
Dia berjanji akan membereskan persoalan LHKPN paling lambat pekan depan.
Koalisi Masyarakat untuk Parlemen Bersih sempat menggeruduk Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk melaporkan dari 560 anggota DPR, 60 persen di antaranya belum belum mengisi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Salah satu yang disebut adalah Ketua DPR, Ade Komarudin.
Saat dikonfirmasi, Ketua DPR Ade Komarudin mengakui belum mengisi LHKPN dan memberikan laporan ke KPK.
"Saya juga belum (serahkan LHKPN)," singkat Ade di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3).
Politikus Partai Golkar ini beralasan sibuk hingga tak sempat melapor ke KPK. Dia berjanji akan membereskannya paling lambat bulan depan.
"Mungkin pada saat reses," ujarnya.
Sebelumnya Wakil Ketua DPR meminta sebanyak 203 anggota dewan itu segera melaporkan LHKPN ke KPK.
"Saya kira itu mestinya kita himbau untuk melaporkan. Karena itu merupakan suatu kewajiban," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/3).
Politisi Gerindra ini menjelaskan bahwa dirinya sudah mendaftarkan LHKPN akhir tahun lalu. "Saya sudah melaporkan dari Desember 2014. Saya sudah melaporkan. Saya ada kok tanda terima dan semua ada. Saya sudah laporkan," tuturnya.
Baca juga:
Fadli Zon desak 203 anggota DPR segera lapor LHKPN ke KPK
Sudah diingatkan KPK berkali-kali, banyak pejabat belum lapor LHKPN
Pilkada Surabaya, harta Risma paling kecil dibanding calon lain
Komisaris baru Adhi Karya laporkan LHKPN ke KPK
Cawalkot Binjai terkaya Saleh Bangun punya harta Rp 66 miliar
Pejabat didesak segera laporkan harta ke KPK
Temuan KPK, ada beberapa calon kepala daerah punya banyak utang