Cerita Nadiem Makarim jadi Tahanan Rumah, Ditangisi Anak saat Berangkat Jalani Sidang Tuntutan
Nadiem bercerita, saat hendak pergi ke sidang hari ini, anaknya yang berumur satu tahun menangis. Secara terpaksa, Nadiem harus melepaskannya.
Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim, mengaku senang dapat menjalani tahanan rumah sejak kemarin, 12 Mei 2026. Dia mengaku senang dapat kembali ke rumah dan bertemu sang anak.
"Saya enggak bisa menjelaskan ya rasanya seperti apa untuk bisa datang ke rumah saya sendiri, ketemu dengan anak-anak saya," kata Nadiem kepada wartawan, Rabu (13/5).
Nadiem bercerita, saat hendak pergi ke sidang hari ini, anaknya yang berumur satu tahun menangis. Secara terpaksa, Nadiem harus melepaskannya dari genggamannya.
"Tadi si kecil yang paling, si baby yang umur 1 itu nangis waktu saya keluar untuk sidang hari ini, karena dia kayak pertama kali merasa saya ada di rumah habis itu kok pergi lagi. Jadi harus ditarik dari tangan saya," kata Nadiem.
Selain itu, Nadiem juga bersyukur dapat menjalani perawatan di rumah. Dia juga mengaku tidak dapat mendeskripsikan perasaannya saat kembali ke rumah.
"Saya tentunya bersyukur yang luar biasa, saya bisa dalam lingkungan steril menjalani operasi dan perawatan di rumah. Saya juga bersyukur bahwa hakim itu manusiawi untuk memperbolehkan saya bersama keluarga di masa perawatan," kata Nadiem.
"Saya sangat berdoa. Teman-teman enggak pernah merasakan seperti apa kembali ke rumah. Itu perasaan yang sedih dan senang bercampur. Itu hal yang enggak bisa saya jelaskan lah bagaimana perasaannya. Ya sudah jelas banyak air mata," sambungnya.
Langsung ke Rumah Sakit
Siang ini, Nadiem harus menjalani sidang tuntutan kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Selepas sidang, Nadiem harus ke meja operasi di Rumah Sakit.
Nadiem menegaskan, dirinya langsung ke rumah sakit untuk operasi pasca sidang selesai. Jika tidak dilakukan tindakan, maka akan berisiko kepada kondisi kesehatannya.
"Langsung ke rumah sakit. Saya operasi malam ini. Karena kalau tidak, bisa ke mana-mana dampak kesehatannya kepada saya. Ini sudah operasi keempat, kelima kalau enggak salah," jelas Nadiem.
"Jadi ini harus ditangani segera atau enggak risikonya cukup berat untuk saya," ungkapnya.