LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Cerita Jenderal Tito minta pendapat Artidjo di kasus kopi sianida

Cerita Jenderal Tito minta pendapat Artidjo di kasus kopi sianida. Tito mengapresiasi Artidjo yang memberikan analisis tajam, simple, tetapi sangat jelas. Dia senang mendengar pandangan seorang hakim senior yang penuh pengalaman.

2018-05-25 19:04:00
mahkamah agung
Advertisement

Kapolri Jenderal Tito Karnavian pernah menanyakan pendapat Hakim Agung Artidjo Alkostar soal kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin oleh terdakwa Jessica Kumala Wongso. Hal tersebut diungkap dalam testimoni Tito kepada Artidjo dalam buku biografi 'Artidjo Alkostar: Titian Keikhlasan, Berkhidmat untuk keadilan'.

Saat itu, Tito masih menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya. Tito bertemu dengan Artidjo dalam sebuah pernikahan. Dalam obrolan ringan di sana, Tito bertanya bagaimana kasus pembunuhan dengan kopi bersianida itu.

"Ini iseng saja Pak, sekadar pembicaraan intelektual. Bagaimana menurut Pak Artidjo tentang kasus kopi bersianida?" ucap Tito seperti yang dikutip dalam buku.

Advertisement

Lantas, Artidjo memberikan analisisnya. Dengan penarikan kesimpulan yang runut dan jelas, Artidjo saat itu yakin Jessica sebagai pelakunya.

"Setelah mengamati beberapa persidangan, saya sudah bisa menyimpulkan bahwa Jessica bersalah. Alasannya kopi beracun itu dipegang beberapa orang, pembuat, pengantar, Jessica, dan peminum. Dari empat orang itu, jika dianalisis, peminum tidak mungkin melakukan. Lalu pembuat dan pengantar tidak punya motif melakukan, tapi Jessica memiliki motif dan ada hubungan erat dengan peminum." jawab Artidjo seperti dalam kesaksian Tito.

Mendengar pandangan itu, Tito mengapresiasi Artidjo yang memberikan analisis tajam, simple, tetapi sangat jelas. Dia senang mendengar pandangan seorang hakim senior yang penuh pengalaman.

Advertisement

"Memang kalau yang menganalisis seorang hakim senior sekelas Pak Artidjo, kasus seperti ini menjadi sangat mudah," kata dia.

Sekadar mengingatkan, Jessica telah divonis 20 tahun penjara di tingkat pertama, PN Jakarta Pusat. Pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung, permohonan Jessica ditolak. Saat itu, Artidjo menjadi ketua majelis hakim yang menangani perkara tersebut.

Baca juga:
Selama jadi hakim agung, Artidjo sudah menangani 19.708 perkara
Artidjo kenyang dengan ancaman pembunuhan hingga santet
Kisah Artidjo di awal karir harus tangani kasus dugaan korupsi Soeharto
Pensiun hakim agung, Artidjo akan urus kambing, mengajar dan bisnis soto Madura
Artidjo tak boleh berkomentar soal PK korupsi Hambalang yang diajukan Anas
Anas Urbaningrum yakin Artidjo akan menyesal perberat hukumannya jadi 14 tahun
Tak ada yang spesial dalam perpisahan Artidjo Alkostar di MA

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.