Cegah terorisme, Kemenag dialog dengan orang terpapar paham radikal
Menteri Agama Lukman Saifuddin memastikan pihaknya siap bekerjasama dengan Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam hal memberikan tindakan preventif kontra terorisme atau deradikalisasi terhadap orang-orang yang terindikasi paham radikal.
Menteri Agama Lukman Saifuddin memastikan pihaknya siap bekerjasama dengan Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam hal memberikan tindakan preventif kontra terorisme atau deradikalisasi terhadap orang-orang yang terindikasi paham radikal.
"Kami bekerjasama dengan kepolisian, BNPT, kita selalu melakukan koordinasi ya," kata Lukman di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/5).
Lukman mengatakan, Kemenag mempunyai fungsi mempromosikan dan menyebarluaskan paham moderasi agama. Artinya, kata dia, semua agama yang ada di Indonesia harus memiliki paham keagamaan yang moderat.
"Moderat dalam artian tidak ekstrem, tidak berlebihan. Jadi inilah yang jadi tanggung jawab Kementerian Agama," ucap Lukman.
Khusus untuk deradikalisasi, Lukman menambahkan, bahwa pihaknya akan terus melakukan dialog dengan para orang-orang yang dianggap terpapar paham radikal. Tentunya, kata dia, dalam dialog itu memasukkan unsur moderat di dalamnya.
"Untuk mengembalikan agama pada esensi dan substansi yang sesungguhnya. Jadi agama itu untuk memanusiakan manusia. Untuk betul-betul melindungi harkat dan martabat kemanusiaan. Itulah esensi dari agama. Jadi mengembalikan esensi agama kepada agama yang sebenarnya," tandas Lukman.
Reporter: Hanz Jimenez
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ketum Muhammadiyah minta program deradikalisasi ditinjau ulang
Kepala BNPT sebut 124 mantan napi teroris jadi duta teror perdamaian
Jika dimarjinalkan, mantan napiter akan kembali ke jaringannya
Mendagri: Mantan teroris tak perlu lagi dicurigai, tapi tetap dipantau
Kerjasama dengan Kemendagri, BNPT tingkatkan pengawasan terorisme di daerah