Cegah kekerasan anak, polisi kumpulkan guru PAUD dan SD
"Untuk tahun ini saja ada 95 kasus, itu baru yang dilaporkan, belum lagi yang tidak dilaporkan."
Untuk tahun ini ada 95 kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap anak di laporkan ke Polres Buleleng. Terkait ini Polres Buleleng menggelar workshop dengan mengundang sejumlah guru TK dan Pendidikan Usia Dini (PAUD), Minggu (15/11).
Acara yang digelar bersama Buleleng Social Comunity (BSC) mengambil tema “Anti Kekerasan dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak” di Gedung Laksmi Graha Buleleng, Bali. Kegiatan ini dihadiri guru-guru dari PAUD, Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Babinsa dan Babinkamtibmas se-Buleleng.
Kepala Bagian Operasional Polres Buleleng, Komisaris Polisi Ketut Gelgel mengatakan, ada 95 kasus kekerasan dan Pelecehan Seksual terhadap anak-anak di Buleleng yang dilaporkan ke Mapolres Buleleng. Jumlah itu tercatat mulai Januari-November 2015.
"Untuk tahun ini saja ada 95 kasus, itu baru yang dilaporkan, belum lagi yang tidak dilaporkan. Jumlah ini cukup besar jadi cukup memprihatinkan," katanya, Minggu (15/11).
Menurutnya, ada tiga tahap dalam penanganan kekerasan dan pelecehan seksual. Disebutkan Gelgel, ada aspek sosial, aspek psikologis dan aspek hukum.
"Ada tiga tahapan untuk saat ini pihak kepolisian dalam menangani kasus yang terjadi dalam kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak. Tentu ketiganya mencakup aspek sosial, psikologis dan hukum," tuturnya dihadapan para guru se Kabupaten Buleleng.
Baca juga:
Curi kebaya, Gede Edi naik pohon kelapa saat hendak ditangkap polisi
Waspada, umumnya tanda-tanda ini dipakai sebagai kode kejahatan
Komplotan maling gasak toko ponsel, kerugian ditaksir Rp 120 juta
Polres Serang bongkar sindikat pencurian mobil bak terbuka
Ibu ini curhat sang anak diminta foto bugil oleh teman prianya
Ini bedanya kebiri kimiawi dan permanen, ada efek sampingnya juga
Menteri Yohana usul kebiri hanya sebagai treatment bukan punishment
Menteri Yohana sebut Perppu kebiri masih perlu dikaji ulang
Ditemui menteri, pencabul 15 anak pilih dihukum mati daripada kebiri
Adhyaksa Dault kecam kekerasan pendidikan Pramuka di Makassar