Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Ini bedanya kebiri kimiawi dan permanen, ada efek sampingnya juga

Ini bedanya kebiri kimiawi dan permanen, ada efek sampingnya juga Ilustrasi kebiri. ©2015 Lookism.net

Merdeka.com - Menanggapi usulan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual pada anak, Deputi Bidang PUG Bisang Polsoskum Kementerian PP-PA Heru Prasetyo mengungkap cara-cara pengebirian itu sendiri. Menurut dia, ada dua cara untuk mengebiri seseorang dua cara, namun keduanya memiliki efek samping.

"Mengenai kebiri ini ada 2 cara yakni cara kimiawi dan permanen," Kata Heru di Gedung PP-PA, Jakarta Pusat, Senin (2/11).

Heru menjelaskan, untuk cara kimiawi salah satunya yakni diberikan hormon perempuan hestrogen ke pelaku. Hal Ini berfungsi untuk menurunkan hormon laki-laki.

"Kalau cara kimiawi ini berlaku kurang lebih 3 bulan. Ini kan sistemnya suntik. Nah nanti setelah 3 bulan, harus suntik lagi," paparnya.

Sedangkan cara permanen, Heru menjelaskan bahwa pelaku atau yang bersangkutan harus dibuang buah zakarnya. Menurutnya, cara permanen ini akan menghilangkan sebagian besar hormon seksual pelaku.

"Kalau secara operasi ini memang penurunan dorongan seksual turun drastis. Jadi hormon dia hanya 10% saja. Tapi akan tetap timbul lagi jika dia lihat pornografi, walaupun jumlahnya kecil," tuturnya.

Sementara itu, Menteri PP-PA Yohana Yembise menjelaskan bahwa kemungkinan besar ada efek samping terhadap seseorang yang menjalani kebiri. "Efek sampingnya bisa dia mudah marah, emosinya tak terkendali. Namun ini masih menjadi survei para pakar," tutupnya.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP