Catatan IPHI untuk Layanan Konsumsi Jemaah Haji
Terobosan pelayanan konsumsi di masa puncak haji harus menjadi bahan evaluasi seluruh pemangku kepentingan.
Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) mengapresiasi langkah Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited sebagai syarikah yang mengelola layanan konsumsi jamaah Indonesia selama puncak haji.
Wakil Ketua Umum IPHI Anshori menyatakan penyediaan konsumsi di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) selama puncak ibadah haji merupakan inisiatif yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam skala besar.
"Ini adalah terobosan baru. Meskipun kondisinya padat, petugas tetap berupaya memberikan pelayanan yang sempurna kepada jamaah," ujarnya di Jakarta, Jumat (21/6).
Namun, Anshori juga mencatat bahwa pelaksanaan di lapangan tidak lepas dari kendala, terutama keterlambatan distribusi makanan akibat kepadatan luar biasa.
"Tantangan utamanya adalah logistik. Seluruh jamaah berkumpul di satu lokasi dalam waktu bersamaan, sehingga distribusi pun menjadi sangat kompleks," kata dia.
Menurut Anshori, penting bagi penyedia layanan untuk melakukan persiapan ekstra, termasuk memulai operasional sejak dini hari, serta memperkuat komunikasi kepada jamaah terkait potensi keterlambatan.
"Dengan informasi yang jelas sejak awal, jamaah akan lebih memahami jika ada keterlambatan di luar kendali," kata dia, dikutip dari Antara.
Kompensasi Rp3,7 Miliar
Sebagai bentuk tanggung jawab atas keterlambatan layanan pada 14–15 Dzulhijjah, BPKH Limited telah memberikan kompensasi kepada lebih dari 42.000 orang dengan total nilai sebesar 862.000 riyal Saudi atau sekitar Rp3,7 miliar. Anshori menilai langkah cepat ini sebagai upaya penyelesaian yang bijak.
"Penting untuk menyelesaikan persoalan dengan cepat dan terbuka, agar tidak berkembang menjadi isu yang berkepanjangan," kata dia.
Dia juga menegaskan bahwa terobosan pelayanan konsumsi di masa puncak haji harus menjadi bahan evaluasi seluruh pemangku kepentingan.
"Saya yakin semua pihak memiliki niat baik. Apa yang terjadi bukan karena kesengajaan, tetapi karena situasi yang sangat crowded dan menantang," katanya.