LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BPOM temukan banyak takjil di pasar beduk di Palembang berformalin

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan masih banyak takjil yang dijual di pasar beduk di Palembang mengandung formalin. Mayoritas panganan yang berbahaya itu berupa rujak mie dan tahu goreng.

2018-05-24 17:38:59
BPOM
Advertisement

Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan masih banyak takjil yang dijual di pasar beduk di Palembang mengandung formalin. Mayoritas panganan yang berbahaya itu berupa rujak mie dan tahu goreng.

Kepala BPOM Palembang, Dewi Prawitasari mengatakan, dari 235 sampel yang diambil di 12 pasar beduk, 19 persen diantaranya berformalin. Rata-rata yang mengandung formalin merupakan tambahan dari makanan utama yang dijual dalam satu kemasan.

"Kami temukan masih banyak takjil yang dijual di Palembang mengandung formalin, kebanyakan rujak mie dan tahu goreng," ungkap Dewi usai pemusnahan tahu berformalin di TPA Sukawinatan Palembang, Kamis (24/5).

Advertisement

Menurut dia, banyaknya tahu dan mie basah yang disantap menjadikan menu tersebut pilihan utama bagi masyarakat, sehingga beberapa orang yang tidak bertanggung jawab mencampurkan formalin agar keuntungan berlipat. Konsumen harus jeli memilih makanan yang aman bagi kesehatan.

"Harus cerdas dan teliti dalam membeli makanan untuk berbuka puasa. Perhatikan yang ada dalam kemasan, jika sudah tidak meyakinkan lebih baik jangan dibeli," ujarnya.

Menurut dia, temuan ini sesuai dengan hasil penggerebekan terhadap empat pabrik tahu di Palembang dan Lubuklinggau baru-baru ini. Petugas menyita 52 ribu potong tahu dan 2 ton mie basah yang sudah bercampur formalin.

Advertisement

"Tindakan berupa penggerebekan akan terus dilakukan agar pengusaha nakal tak lagi leluasa berbuat curang, kita proses sesuai hukum," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Letizia mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan dan memanggil pengusaha untuk tidak mencampur formalin pada makanan sebagai bahan pengawet. Hanya saja, formalin tetap saja dijual karena tingginya permintaan.

"Intinya formalin untuk mengawetkan mayat dan kayu, tidak bisa dijual bebas. Tapi karena banyak permintaan, akhirnya orang senang menjual formalin, ini jadi perhatian semua pihak," pungkasnya.

Baca juga:
Pabrik sabun kecantikan ilegal omzet Rp 7 M digerebek, ini merek yang diproduksi
Blusukan ke pasar tradisional, BPOM Jateng temukan bahan makanan berformalin
Begini kondisi pabrik kosmetik palsu beromzet miliaran di Tambora
BPOM bikin 4 kebijakan perketat pengawasan obat dan makanan
Jelang Ramadan, BPOM intensifkan pengawasan produk impor dan ilegal
BPOM di Semarang bakar 99.800 pil PCC dan jamu ilegal
BPOM: Cacing pada olahan ikan makarel karena faktor alam, 22 juta kaleng ditarik

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.