BPBD Serang Siapkan Tahap Pemulihan Pasca-Bencana Hidrometeorologi
BPBD Kabupaten Serang bersiap memasuki tahap pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut, fokus pada perbaikan infrastruktur dan pemukiman warga untuk mengembalikan kondisi normal.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, Banten, kini bersiap melaksanakan kegiatan tahap pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi. Bencana ini telah melanda wilayah tersebut secara intensif sejak awal Januari hingga pertengahan Februari 2026.
Kepala BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, menjelaskan bahwa kondisi di 92 desa yang tersebar di 28 kecamatan terdampak saat ini telah kembali normal. Seluruh pengungsi yang sebelumnya berjumlah 4.024 jiwa dilaporkan sudah kembali ke rumah masing-masing, menandakan transisi menuju fase pemulihan.
“Saat ini kami sedang menyiapkan transisi dari masa tanggap darurat menuju tahap pemulihan. Fokus utama kami adalah melakukan kajian mendalam terkait kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga,” ujar Ajat di Serang, Kamis. Langkah ini krusial untuk memastikan pemulihan yang komprehensif dan tepat sasaran.
Fokus Kajian Kerusakan dan Dampak Bencana Hidrometeorologi
Berdasarkan laporan per 12 Februari 2026, total warga yang terdampak bencana di Kabupaten Serang mencapai 40.115 jiwa atau setara dengan 12.046 kepala keluarga (KK). Angka ini menunjukkan skala dampak yang signifikan terhadap populasi lokal.
Bencana hidrometeorologi yang meliputi banjir, angin kencang, dan pergerakan tanah ini mengakibatkan kerusakan luas. Tercatat 10.113 rumah terdampak, serta 42 fasilitas sosial dan umum mengalami kerusakan.
Dampak bencana hidrometeorologi dapat menyebabkan hilangnya nyawa, gangguan kesehatan, kerusakan harta benda, hilangnya mata pencarian, serta kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, kajian mendalam terhadap kerusakan ini menjadi fondasi penting untuk perencanaan pemulihan yang efektif dan berkelanjutan. BPBD akan memastikan setiap aspek kerusakan teridentifikasi dengan cermat.
Prioritas Rehabilitasi Infrastruktur Dasar
Ajat Sudrajat menjelaskan, rencana tindak lanjut dalam waktu dekat adalah menggelar rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) teknis. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas strategi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana secara terpadu.
Beberapa prioritas pemulihan awal meliputi perbaikan tanggul penahan tanah (TPT), sistem irigasi, drainase, serta anak sungai yang mengalami kerusakan akibat luapan air. Infrastruktur ini vital untuk mencegah terulangnya dampak serupa di masa depan.
“Kami akan segera memetakan kebutuhan mendesak untuk pemulihan infrastruktur dasar agar aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terganggu lebih lama,” katanya. Pemulihan cepat pada sektor-sektor ini diharapkan dapat mempercepat kembalinya kehidupan normal bagi warga terdampak.
Status Tanggap Darurat dan Kewaspadaan Berlanjut
Meskipun wilayah terdampak sudah kondusif dan tidak ada lagi daerah terisolasi, BPBD Kabupaten Serang tetap mempertahankan status tanggap darurat. Keputusan ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Serang yang bertujuan untuk menjaga kesiapsiagaan.
Hal ini dilakukan mengingat potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang masih berpotensi melanda wilayah Serang bagian timur dan barat. Fenomena hidrometeorologi seperti ini sering terjadi pada periode musim hujan.
“Meskipun kita bersiap untuk pemulihan, kewaspadaan tidak boleh kendur. Kami meminta masyarakat tetap siaga dan mengikuti arahan petugas, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat guna menghindari risiko korban jiwa maupun kerugian materiil yang lebih besar,” tegas Ajat. Imbauan ini menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mitigasi bencana.
Sumber: AntaraNews