Bos toko pakaian korban penjarahan geng Jepang minta pelaku ditindak tegas
Bos toko pakaian korban penjarahan geng Jepang minta pelaku ditindak tegas. Saat penjarahan berlangsung Chandra berada di rumah.
Pemilik Toko Fernando, Sukmajaya, Depok, Chandra mengaku bersyukur atas diamankan komplotan geng motor Jepang oleh pihak kepolisian. Meskipun pelaku masih belia, ia mengungkapkan kalau kejadian saat itu sungguh meresahkan warga juga toko-toko yang lainnya.
"Ya senang lah, meski belum semuanya saya berharap sih pihak kepolisian mengusut tuntas lah, karena saya pikir mereka membahayakan orang lain bukan hanya toko saja lebih mengancam lagi, kalau tidak ditangkap semua. Karena walaupun mereka di bawah umur tapi melakukan mereka sudah membabi buta untuk umur segitu," ujar Chandra saat ditemui di Polres Depok, Jawa Barat, Kamis (28/12).
Dia mengatakan, berdasarkan keterangan anak buahnya dan juga rekaman CCTV, terlihat sekitar puluhan orang yang melakukan penjarahan di tokonya. Saat penjarahan berlangsung Chandra berada di rumah.
"Saya sebagai pihak korban ya berterimakasih sangat senang, tapi lebih senang lagi apabila mereka tertangkap semua. Mungkin kalau dilihat dari CCTV itu kurang lebih 60 sampai 65 orang, mungkin," ujarnya.
Chandra sejauh ini memaafkan seluruh pelaku. Namun, ia menyerahkan semuanya kepada pihak berwajib.
"Saya sempat denger (pelaku minta maaf), kalau untuk minta maaf kan saya maafkan, tapi kalau proses hukum ya terus berlanjut lah," pungkasnya.
Baca juga:
Sebelum jarah toko, Geng Motor Jepang berencana serang kelompok lain
Kesaksian pedagang nasi goreng korban perampokan geng motor Jepang
Pengakuan warga, sempat lawan Geng Motor Jepang malah ditangkap polisi
Ini kontrakan yang dijadikan markas geng motor 'Jepang'
Aktivitas geng motor Jepang di markas: mabuk-mabukan hingga kumpul kebo
Diajak duel satu lawan satu oleh warga, anggota geng motor Jepang hanya diam
Penggerebekan markas 'Geng Motor Jepang' diawali keributan antaranggota