Ketua RT 06, Pancoran Mas, Depok, Didi mengaku, masyarakat sudah sejak lama resah dengan adanya Geng Motor Jembatan Mampang (Jepang). Pasalnya mereka yang bermarkas di Jalan Pitara Raya, kerap dijadikan tempat mabuk hingga kumpul kebo.
Didi mengatakan, pihaknya telah mencoba melaporkan keberadaan Geng Motor Jepang itu kepada Babin kamtibnas. Namun, sayangnya laporan mereka tidak mendapatkan tanggapan dari pihak berwenang.
"Sudah mas, kita sudah kasih tahu Babinkamtibmas, RW sampai ke pemiliknya (kontrakan) kalau warga sini resah," ujarnya kepada merdeka.com, Kamis (28/12).
Dia menambahkan, dirinya tak punya kekuatan untuk melakukan tindakan terhadap penghunian. Selain itu, Didi juga tak ingin warganya ada yang terluka. Alhasil, warga hanya diminta bersabar atas kelakuan Geng Motor Jepang itu.
"Ya saya cuma kasih saran warga untuk bersabar aja," ujarnya.
Warga sempat mencoba melakukan perlawanan terhadap keberadaan geng motor tersebut. Namun sayangnya, Didi mengatakan, penegak hukum malah melakukan pengamanan kepada pihak warga.
"Nggak jauh dari sini, itu warga berontak eh malah warganya yang diamankan polisi," ujarnya.
Dalam hal ini, Didi berharap polisi bertindak tegas terhadap pemilik kontrakan bernama Ustaz Nurjaya. "Ya saya minta polisi itu kaya buat perjanjian tertulis, jadi penghuni bisa kita data dan berjanji jangan main asal terima orang aja (untuk sewa)," pungkasnya.