Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penggerebekan markas 'Geng Motor Jepang' diawali keributan antaranggota

Penggerebekan markas 'Geng Motor Jepang' diawali keributan antaranggota anggota geng motor jepang dibawa ke rumah kontrakan di depok. ©2017 Merdeka.com/Nur Fauziah

Merdeka.com - Ketua RT 06, Kelurahan Pancoran Mas, Depok, Didi mengungkapkan, penggerebekan anggota Geng Motor Jembatan Mampang (Jepang) berawal dari sebuah percecokan antara sesama anggota. Hingga akhirnya polisi melakukan penangkapan para anggota juga kapten Geng Motor Jepang.

"Jadi beberapa hari ada yang ribut, cewek sama cewek, ya anggota mereka juga ributnya," kata Didi saat ditemui merdeka.com, di lokasi, Kamis (28/12).

Keributan itu kata Didi, dipicu karena anggota yang wanita ingin pulang namun dilarang oleh temannya. Hingga akhirnya terjadi pertikaian.

"Yang cewek ini mau pulang infonya, tapi sama temennya cewek juga dilarang. Padahal udah bawa baju gitu, tapi dilarang sampai berantem mereka. Rame waktu itu," jelasnya.

Karena tak terima, korban melaporkan kepada orang tuanya. Hingga disambangi ke markas tersebut.

"Pas didatengin malah galakan mereka. Sampe-sampe orang tua ini bilang mau lapor polisi. Eh bocah-bocah ini justru nantangin, ya udah lapor sana nggak takut. Akhirnya bener tuh laporin dan dateng polisi, ditangkep lima orang kalau nggak salah. Yang cewek (pelaku) nggak ada, dibawa ke Polsek Mampang," jelasnya.

Usut punya usut, ternyata para pelaku yang diamankan terlibat melakukan penjarahan di Toko Fernando, Sukmajaya, Depok. Hingga akhirnya polisi membuat strategi untuk menangkap semua pelaku.

"Si korban ini SMS semua temennya untuk Dateng ke situ (markas), eh ditangkep deh malemnya," tandasnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP