LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bos Sido Muncul marah agen di AS bilang Tolak Angin sebabkan kanker

CEO Sido Muncul, Irwan Hidayat, pihak distributor sudah meminta maaf atas insiden tersebut.

2015-08-14 12:04:08
sidak BPOM
Advertisement

CEO Sido Muncul, Irwan Hidayat, selaku produsen 'Tolak Angin' menuturkan pihak distribusi yang memasang label 'Prop 65 Warning' Pada dietary Supplement 'Tolak Angin' di negara bagian California, Amerika Serikat, sudah meminta maaf atas insiden ini.

"Saya tidak terima diberi label Prop 65 Warning itu, saya minta mereka melakukan uji lab di sana. Dan hasilnya tidak terkandung logam berat di Tolak Angin. Akhirnya mereka meminta maaf ke pihak kami," kata Irwan saat ditemui di Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan ( B POM), Jakarta Pusat, Jumat (14/8).

Irwan menjelaskan, kejadian berawal pada bulan Juni 2015. Saat itu pihak distributor menempelkan label Prop 65 Warning di produk-produk 'Tolak Angin'. Namun menurutnya, bukan hanya produk Tolak Angin saja yang diber label. Seluruh Produk baik dari Indonesia maupun negara lain juga diberi label, seperti cat, gelas, bahkan tempat tinggal pun diberi label.

"Waktu saya tanya ke mereka, mereka cuma bilang 'Iya, Pak. Mohon maaf, Pak. Label itu kami pasang sesuai peraturan yang berlaku di California State'. Terus saya bilang kalau produk saya dipasang label seperti itu, mending tidak saya jual di sana.

"Memangnya harus dipasang label seperti ini?," tanya Irwan.

"Tidak, Pak. Itu menjaga keamanan diri kami sendiri, supaya kami tidak dituntut," jawab distributor.

"Coba, alasan dia cuma itu saja. Biar enggak dituntut. Maka dari itu, saya menulis surat protes akan hal ini," jelas Irwan.

Lanjutnya, selain menulis surat protes, dirinya pun memaparkan bahwasannya setiap ekspor 'Tolak Angin' tersebut, Sido Muncul memiliki sertifikat of analysa yang memenuhi syarat.

"Jadi enggak mungkin dong kami kirim barang tak bermutu? setiap ekspor, kami selalu punya sertifikat of analysa tersebut. Terus waktu kejadian, saya minta supaya mereka tes 'Tolak Angin' ini di lab di sana di Amerika. Dan kemudian di tes sama mereka, dan hasilnya ternyata 'Tolak Angin' memang terbukti tidak ada logam beratnya. Tidak seperti yang ditulis di label atau stiker itu," tuturnya.

Atas kejadian tersebut, kemudian pihak Empire International selaku distributor pun melakukan permintaan maaf terhadap PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul.

Baca juga:
Agar higienis, Ahok haruskan semua restoran punya izin BPOM
BBPOM Medan sita obat palsu senilai Rp 400 juta lebih
BPOM catat peredaran makanan kedaluwarsa sepanjang Ramadan Rp 4,5 M
Jakarta dikepung makanan jajanan takjil mengandung zat kimia
BPOM DKI bakal sidak lokasi pembuatan parcel lebaran
Makanan mengandung boraks ditemukan di food court Mal Kelapa Gading
Sidak pasar Ramadan, BPOM temukan makanan mengandung boraks

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.