Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jakarta dikepung makanan jajanan takjil mengandung zat kimia

Jakarta dikepung makanan jajanan takjil mengandung zat kimia Pasar takjil Benhil. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ramadan datang satu paket dengan lahirnya pebisnis musiman, umumnya pedagang makanan takjil. Mereka menghiasi sepanjang jalan yang ramai dilalui masyarakat.

Di Jakarta, hampir di setiap sudut kota, menjamur pedagang takjil di sore hari jelang berbuka puasa. Namun tidak semua makanan takjil higienis, banyak yang berbahaya karena mengandung bahan atau zat kimia.

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pernah menyebutkan, 17 persen makanan takjil di Jakarta mengandung boraks. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat pernyataan tersebut. Namun BPOM baru menemukan sekitar 9,8 persen.

Kepala BPOM Roy Sparringa mengatakan umumnya zat berbahaya yang terkandung di dalam makanan takjil berupa zat pewarna tekstil, formalin, dan boraks. Diakuinya, makanan takjil berbahaya paling banyak ditemukan di ibu kota.

"Simpulnya di Jakarta. Karena Jakarta banyak sekali konsumen dan dari Jakarta tersebar ke mana-mana," ujar Roy di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Roy menuturkan, temuan makanan takjil di Jakarta relatif menurun jika dibandingkan tahun lalu. Namun dia tidak menjelaskan alasan penurunan itu.

"Makanan takjil dibandingkan tahun lalu yang 12 persen (temuan), tetapi saat ini sekitar 9,8 persen. Tapi ini masih berjalan," tuturnya.

Jika dibandingkan saat awal Ramadan, temuan makanan takjil mengandung zat kimia juga cenderung menurun.

"Hari-hari pertama itu tinggi terus menurun. Ini karena ada tekanan-tekanan dari media. Bahkan di beberapa daerah bebas dari temuan. Bebas temuan itu di kota-kota kecil, sedangan di kota besar marak," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP