Bos PT Sandipala ngaku pernah bertemu Gamawan sebelum garap e-KTP
Menurut Paulus, pertemuan dengan Gamawan berlangsung di Padang sebelum proyek e-KTP digarap. Saat itu, Gamawan tengah menghadiri sebuah acara peresmian pembangkit listrik. "Waktu itu ada peresmian pembangkit listrik saya ingin mencoba gali subkontraktor perusahaan dari China saya ikut peresmian itu," katanya.
Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra, Paulus Tanos mengakui mengenal mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Bahkan, Paulus mengaku pernah bertemu dengan Gamawan di Padang.
"Tidak terlalu kenal, pernah bertemu beliau satu kali di Padang," kata Paulus saat bersaksi di sidang korupsi e-KTP melalui teleconference di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (18/5).
Menurut Paulus, pertemuan dengan Gamawan berlangsung di Padang sebelum proyek e-KTP digarap. Saat itu, Gamawan tengah menghadiri sebuah acara peresmian pembangkit listrik.
"Waktu itu ada peresmian pembangkit listrik saya ingin mencoba gali subkontraktor perusahaan dari China saya ikut peresmian itu. (Waktunya) Saya tidak ingat, saya rasa sebelum e-KTP," ujar dia.
Mendengar kesaksian itu, Majelis Hakim lantas kembali menanyakan apakah Paulus juga mengenal adik Gamawan Fauzi yakni Azmin Aulia. Mendapat pertanyaan itu, Paulus pun tak membantah dan mengaku mengenal Azmin.
Bukan hanya itu, Paulus pun mengakui bila Azmin merupakan kerabat dekatnya. Bahkan, Paulus mengatakan sebelum ikut tender proyek e-KTP, dirinya kerap berkonsultasi dengan Azmin.
"Saat saya mau ikut tender e-KTP, sebagai kawan saya tanya Azmin," pungkas Paulus.
Baca juga:
Saksi e-KTP Paulus ngungsi ke Singapura karena diancam akan dibunuh
Saksi e-KTP mengaku ditekan Ketua Fraksi NasDem Viktor Laiskodat
Hakim putuskan video pemeriksaan Miryam tak diputar di persidangan
Psikolog sebut Miryam rileks dan tidak takut saat diperiksa KPK
Dirut PT Sandiapa kerap ubah pernyataan saat disinggung nama Novanto
Saksi sebut Kemendagri sengaja alihkan tender cetak blanko e-KTP
Tak sesuai kontrak, PT Sandipala geram jatah cetak e-KTP dikurangi