LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNN Selidiki Dugaan Salah Tembak di Deli Serdang

Badan Narkotika Nasional (BNN) angkat bicara soal kasus dugaan salah tembak yang menewaskan 1 orang dan melukai seorang lainnya dalam satu operasi di Sumut pekan lalu. Lembaga ini masih menyelidiki kejadian itu.

2019-07-12 15:05:33
BNN
Advertisement

Badan Narkotika Nasional (BNN) angkat bicara soal kasus dugaan salah tembak yang menewaskan 1 orang dan melukai seorang lainnya dalam satu operasi di Sumut pekan lalu. Lembaga ini masih menyelidiki kejadian itu.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat BNN Brigjen Sulistyo Pudjo menyatakan sudah bertemu keluarga korban dugaan salah tembak. Selanjutnya mereka masih melakukan pendalaman.

"Saya sudah datang ke Batubara (pascakejadian) dan berikutnya kita sedang mengumpulkan data informasi internal. Nanti yang akan merilis pimpinan," katanya, Jumat (12/7).

Advertisement

Sebelumnya, Muhammad Yasin, warga Batubara meninggal dunia setelah mobil yang ditumpanginya ditembaki petugas BNN di kawasan Jalan Perhubungan, Laut Dendang, Deli Serdang, Sumut, Rabu (3/7). Seorang kerabatnya, M Yusuf, yang mengemudikan mobil juga terluka setelah tertembak di bagian kaki.

Sementara seorang lagi, Sulaiman, sempat diamankan karena diduga terlibat jaringan peredaran 81,8 Kg sabu-sabu dan 102.657 butir pil ekstasi yang diungkap BNN di Asahan. Belakangan ketiganya terbukti tidak terlibat.

Sulistyo mengatakan mobil Toyota Avanza B 1321 KIJ yang ditumpangi Yasin, Yusuf, dan Sulaiman memang berada di dua lokasi operasi BNN, yakni saat mereka mengejar mobil target di Batubara dan Deli Serdang. Petugas tidak mengikuti mobil itu saat pengejaran di Batubara. Namun, saat di Deli Serdang, mobil itu kembali muncul, bahkan sempat menabrak mobil petugas BNN yang menghadang mereka.

Advertisement

Dia menyatakan kasus ini sangat sensitif, karena menyangkut profesionalitas, akuntabilitas hingga kepercayaan publik. Karenanya, BNN melakukan penyelidikan internal untuk mengungkap kejadian itu. "Saat ini kita sedang mengumpulkan data informasi internal. Nanti yang akan merilis pimpinan," ungkapnya.

Mengenai uang Rp 500 ribu yang diberikan BNN kepada Sulaiman yang dipulangkan setelah tidak terbukti terlibat, Sulistiyo mengaku tidak tahu. "Saya nggak tahu ya, itu deputi berantas ya. Kalau masalahnya begitu dari inspektorat (nanti). Itu nanti keputusan Kepala BNN. Kita sekadar membantu. Tujannya datang ke sana (Batubara), untuk melihat langsung dari keluarga," tutupnya.

Sebelumnya keluarga Yasin, Yusuf dan Sulaiman meminta keadilan atas peristiwa ini. Mereka mengadu ke Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera

Baca juga:
BNN Diduga Salah Tembak, KontraS Sumut Minta Komnas HAM Turun Tangan
BNN Gagalkan Penyelundupan 150 Kg Ganja dari Aceh ke Tangerang
BNN Musnahkan Ladang Ganja Seluas 1 Hektare di Lereng Gunung Selawa Aceh
Pelaku Usaha Disarankan Gandeng BNN Awasi Peredaran Narkoba di Rokok Elektrik
Ratusan Ribu Ekstasi dan Puluhan Bungkus Sabu Dimasukkan ke Ban Dalam Mobil
Asosiasi Dukung BNN Berantas Narkoba di Produk Rokok Elektrik

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.