BI Sultra Perkuat Literasi Ekonomi Masyarakat Melalui Bedah Buku dan Sinergi Pendidikan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) gencar perkuat Literasi Ekonomi masyarakat Sultra melalui bedah buku 'Prinsipil Ekonomi' dan berbagai program edukasi lainnya.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan komitmen kuatnya dalam memperkuat literasi ekonomi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui penyelenggaraan bedah buku 'Prinsipil Ekonomi' karya Ferry Irwandi, sebagai bagian dari puncak peringatan World Book Day 2026 di Kendari pada Sabtu, 18 April.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menegaskan bahwa pemahaman ilmu ekonomi kini menjadi kebutuhan esensial bagi seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya terbatas pada kalangan mahasiswa ekonomi. Di tengah dinamika global dan ketidakpastian geopolitik yang terus berkembang, literasi ekonomi berfungsi sebagai bekal penting.
Bekal ini memungkinkan masyarakat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta mengambil keputusan finansial yang lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman publik mengenai prinsip-prinsip ekonomi dasar yang relevan dengan kondisi saat ini.
Pentingnya Literasi Ekonomi di Tengah Dinamika Global
Edwin Permadi menjelaskan bahwa buku 'Prinsipil Ekonomi' dipilih karena relevansinya dengan kebutuhan masa kini, terutama dalam menyajikan fondasi logika ekonomi. Buku ini menggunakan gaya bahasa yang sederhana, sehingga mudah dipahami oleh generasi muda dan masyarakat umum. Pemilihan buku ini merupakan strategi untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan menumbuhkan minat terhadap isu-isu ekonomi.
Literasi ekonomi menjadi semakin krusial mengingat tantangan ekonomi global yang kompleks dan cepat berubah. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat lebih adaptif terhadap perubahan serta membuat keputusan investasi dan konsumsi yang lebih bijak. Ini juga membantu masyarakat dalam mengelola keuangan pribadi secara efektif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) masyarakat Sultra pada tahun 2025 tercatat sebesar 58,64. Namun, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sultra pada Februari 2026 masih berada di angka 29,24, yang termasuk dalam kategori rendah. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara minat membaca dan pemahaman literasi yang mendalam di masyarakat.
Menguatkan Ekosistem Literasi Melalui Kolaborasi Berkelanjutan
Menyikapi rendahnya IPLM, Edwin menegaskan bahwa penguatan ekosistem literasi perlu terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak secara berkelanjutan. BI Sultra mengambil peran aktif dalam upaya ini dengan menyediakan fasilitas perpustakaan fisik yang dapat diakses masyarakat pada hari kerja.
Selain itu, BI Sultra juga menawarkan layanan perpustakaan digital melalui aplikasi iBi Library, yang hingga semester I 2026 telah menyediakan sebanyak 7.052 koleksi cetak dan elektronik. Inisiatif ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap sumber-sumber informasi dan pengetahuan ekonomi.
Dalam rangkaian peringatan World Book Day 2026, BI Sultra juga mengadakan berbagai kompetisi kreatif. Di antaranya adalah Lomba Musikalisasi Puisi dan Lomba Reels Resensi Buku, yang dirancang untuk meningkatkan minat baca dan kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda.
Sinergi Pendidikan Kebanksentralan untuk Generasi Penerus
Sebagai langkah strategis lainnya, BI Sultra melakukan penandatanganan komitmen sinergi program penguatan literasi dengan Balai Bahasa Provinsi Sultra. Langkah ini bertujuan untuk menghadirkan program literasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di wilayah tersebut. Kerjasama ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang lebih signifikan dalam jangka panjang.
Pada kesempatan yang sama, BI Sultra juga memperkuat sinergi edukasi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dengan lima perguruan tinggi terkemuka. Perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Halu Oleo, IAIN Kendari, STIE 66 Kendari, Universitas Sembilanbelas November, dan Universitas Dayanu Ikhsanuddin.
Total penerima bantuan pendidikan dari Bank Indonesia pada tahun 2026 mencapai 330 mahasiswa, menunjukkan peningkatan sebesar 32 persen dibandingkan tahun 2025 yang berjumlah 250 mahasiswa. Para penerima manfaat ini nantinya akan tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI), yang dipersiapkan menjadi garda terdepan kebijakan Bank Indonesia serta agen perubahan bagi masyarakat.
Sumber: AntaraNews