Benteng Pendem Ambarawa Dipugar, AHY: Berpotensi Jadi Ikon Wisata Budaya
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau lokasi Benteng Pendem Ambarawa yang sudah dipugar.
Benteng Fort Willem I atau Benteng Pendem Ambarawa kini tampil jauh lebih bagus usai proses revitalisasi rampung yang dikerjakan oleh Kementerian PU, Pemda Kabupaten, dan TNI. Dengan dipugarnya bangunan sejarah ini maka tempat itu bisa menjadi tujuan wisata baru di kawasan Ambarawa Kabupaten Semarang.
Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut kawasan bersejarah ini punya potensi besar menjadi ruang publik favorit, terutama bagi anak-anak muda.
"Benteng ini awalnya adalah barak militer abad ke-19, sebagian masih digunakan untuk Lapas Ambarawa," kata AHY, Kamis (27/11).
Udaranya bagus
AHY menekankan pentingnya peremajaan dan pemeliharaan bangunan, dengan tetap memperhatikan keaslian Benteng Pendem.
"Ini kan yang mahal bentuk asli Benteng Pendem, udaranya juga bagus tidak panas," ujarnya.
Ke depan dia optimistis bahwa Benteng Pendem akan menjadi tempat favorit bagi anak muda.
"Kalau mau foto pre-wedding, bikin acara di sini saja, apalagi kalau malam tempatnya bagus buat kulineran," kata AHY.
Menurutnya, setelah revitalisasi selesai dan banyak wisatawan yang berkunjung, penting untuk melakukan perawatan yang baik.
"Kehadiran Benteng Pendem ini harus bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, mulai dari pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga membuka lapangan pekerjaan," jelasnya.
Kolaborasi
Benteng yang dipugar kini menonjolkan arsitektur khas perpaduan bata, besi, dan kayu. Berdiri di lahan seluas 2,7 hektare, dengan 1 hektare berupa bangunan, berhasil mempercantik kawasan serta menarik wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara.
"Ini kolaborasi yang baik untuk melestarikan heritage peninggalan abad 19 dan mengembangkan potensi pariwisata serta budaya,” ungkapnya.
Revitalisasi Benteng Pendem dilakukan melalui program Kementerian Pekerjaan Umum bersama Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah.
Fokus penataan mencakup pelestarian bangunan sejarah, keteraturan lingkungan, dan kenyamanan pengunjung. Sebagai salah satu peninggalan bersejarah bernilai perjuangan, benteng ini kini hadir kembali sebagai ruang publik yang lebih hidup dan bermanfaat.
"Upaya ini diharapkan mampu menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi, serta aktivitas kreatif masyarakat Ambarawa," pungkasnya.