Bencana Longsor di Cilacap, 20 Orang Hilang Masih dalam Pencarian
Proses pencarian melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI–Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), serta para relawan.
Sebanyak 20 warga masih dinyatakan hilang dalam musibah tanah longsor yang terjadi di Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap. Tim gabungan BPBD Jateng dikerahkan untuk melakukan pencarian.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Jateng, Bergas Catursasi mengatakan, hingga saat ini operasi pencarian korban longsor masih terus dilakukan. Cuaca di lokasi kejadian sudah tidak hujan, namun masih berawan dan sesekali turun gerimis.
"Situasi saat ini tim masih dalam proses pencarian. Sejak pagi digelar apel bersama Pak Bupati dan Forkopimda, kemudian dilanjutkan kembali operasinya,” kata Bergas Catursasi, Jumat (14/11).
Terdapat 17 kartu keluarga (KK) atau 46 jiwa yang terdampak atas bencana tanah longsor. Dari jumlah itu, 23 orang berhasil selamat, tiga korban ditemukan meninggal dunia, dan 20 lainnya masih dalam pencarian.
"Korban terdampak itu 17 KK, total 46 jiwa. Dari 46 jiwa, 23 selamat, tiga ditemukan meninggal, dan 20 masih dalam pencarian. Kami fokus pada pencarian korban yang hilang dan tertimbun longsoran tanah. Kita upayakan terus sampai korban ditemukan," ungkapnya.
Proses pencarian melibatkan personel gabungan dari Basarnas, TNI–Polri, Palang Merah Indonesia (PMI), serta para relawan. Basarnas juga menerjunkan peralatan lengkap, termasuk dukungan alat konstruksi.
Sementara itu, Dinas Sosial tingkat kabupaten dan provinsi menyiapkan berbagai bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak. "Dari TNI–Polri sekitar 200 personel, Polri kurang lebih 120–125 orang. Relawan juga bergantian sekitar 100 sampai 200 orang,” jelasnya.
Terkait penggunaan alat berat, BPBD sudah koordinasi dengan PUPR dan BBWS Citanduy telah mengerahkan dua unit ekskavator. Namun, pemanfaatannya terkendala kondisi tanah yang masih sangat lembek.
"Alat berat hanya bisa digunakan di titik yang memungkinkan. Lokasinya curam dan kedalaman longsoran mencapai 10 sampai 30 meter," jelasnya.
11 Warga Terluka
Selain korban hilang dan meninggal, BPBD mencatat 11 warga mengalami luka ringan hingga sedang, dan kini telah mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan.
Bergas menambahkan bahwa wilayah tersebut berada di kawasan perbukitan dengan potensi longsor tinggi. Berdasarkan informasi warga, sebelum kejadian sudah muncul retakan tanah di bagian atas.
"Retakan itu sempat terisi air saat hujan deras. Longsoran kecil yang tidak terlihat kemudian berkembang menjadi longsor besar. Ini kategori longsoran seliping,” ujarnya.
Sedangkan wilayah Banyumas Raya, termasuk Cilacap, kini telah memasuki puncak musim hujan, sehingga curah hujan tinggi memperlemah struktur tanah. Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan lereng atau perbukitan untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda tanah retak atau pergeseran struktur tanah.
"Kalau menemukan indikasi sebelum longsor, segera laporkan dan lakukan penutupan retakan. Jangan dibiarkan melebar," ujarnya.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan prihatin dan duka mendalam atas musibah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, yang memakan korban jiwa.
"Kami menyampaikan bela sungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas musibah tanah longsor di Majenang, Cilacap. Saat ini tiga korban telah ditemukan meninggal dunia dan 20 warha masih dalam pencarian," kata Ahmad Luthfi.
Menurut dia saat ini difokuskan pada upaya penanganan kedaruratan bencana. Pemprov Jateng juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, TNI, Polri serta pihak-pihak terkait, dalam penanganan evaluasi korban maupun warga terdampak.
Tanah Longsor Kamis Malam
Sebelumnya bencana tanah longsor terjadi sekitar kamis (13/11) pukul 21.00 setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.
Data yang dihimpun korban yang ditemukan meninggal berjumlah tiga orang. Tiga warga yang ditemukan meninggal dunia bernama Julia Lestari (20), Maya Dwi Lestari (15), dan Yuni (45). Semua berasal dari Dusun Tarukan.
Sebanyak 20 warga masih dinyatakan hilang. Warga yang belum ditemukan 6 orang dari Dusun Tarukan dan 14 orang dari Dusun Cibuyut. Nama-nama korban sudah diidentifikasi dan masuk daftar pencarian tim gabungan.
Adapun korban luka berjumlah tiga orang atas nama Maya, Haryanto, dan Andi. Mereka telah dibawa ke RSUD Majenang untuk penanganan medis.
Dalam musibah tersebut, delapan rumah dilaporkan roboh, satu rumah rusak sedang, dan 16 rumah lainnya terancam. Luasan area terdampak mencapai sekitar 6,5 hektare.