LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Begini cara pelaku membuat uang palsu KW 1 di Bekasi

"Sebelumnya gagal terus, baru sekitar dua bulan lalu cetakannya dianggap berhasil," kata Kompol Ujang.

2014-11-24 16:07:36
uang palsu
Advertisement

Komplotan pelaku pembuat uang palsu (upal) di Bekasi, Jawa Barat, butuh waktu selama dua tahun agar cetakannya mendekati sempurna seperti uang asli.

"Sebelumnya gagal terus, baru sekitar dua bulan lalu cetakannya dianggap berhasil, sehingga berani mengedarkan," kata Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kota Kompol Ujang Rohanda, Senin (24/11).

Ujang mengatakan, kelompok itu didanai oleh seorang warga negara asing berinisial AR. AR kata dia, masih dalam pengejaran petugas. Adapun pimpinanya dalam pembuatan upal itu ialah Abdul Muchit (43).

Sedangkan delapan lainnya, Suyatman (40), Umarullah (30), Usman Ali (33), Yudi (49), Hans Willem (62), Saelan Haris (36), Susilo (46) dan Sodikin (36) merupakan karyawannya yang digaji seminggu Rp 500 ribu. Enam orang lain yang ikut ditangkap adalah kurir atau perantara kepada pengedar.

Ujang menjelaskan cara tersangka membuat uang palsu. Pertama, uang asli Rp 100 ribu di-scane sehingga gambar nampak di komputer. Kertas roti sebagai bahan dasar diblok menggunakan screen lalu diberi warna putih supaya warna cat yang diolah tidak tembus. Lalu membuat garis pita pada kertas seperti pita pada uang asli.

Setelah itu, membuat gambar blok hantu, sehingga pada uang palsu tersebut gambar orang yang terdapat pada uang itu hanya bisa dilihat dengan cara diterawang. "Kertas yang sudah diblok hantu dan diberi pita dan dijadikan satu dengan lem spray," katanya.

Selain itu, kata dia, pelaku juga membuat gambar gedung DPR/MPR dan memasang pulau menyala. Lalu, dipasang gambar nominal Rp 100.000 menyala dan diberi warna kuning. Setelah itu gambar di komputer diprint menggunakan kertas yang sudah dipasang atribut sebelumnya.

"Yang sudah diprint, kemudian dipasang lambang Bank Indonesia," katanya.

Setelah berbentuk uang, kemudian dipotong sesuai dengan ukuran aslinya. Untuk memastikan mirip, pelaku mengecek dengan lampu ultra violet. Uang palsu lalu dibendel per seratus lembar kemudian siap diedarkan.

Baca juga:
Uang palsu di Bekasi KW 1, dibuat beli di minimarket lolos
Pembuat upal tambah lihai, kemiripan dengan uang asli 90 persen
Pura-pura sebagai pembeli rokok, Utay edarkan uang palsu
Sindikat pengedar uang palsu dibongkar saat pesta di diskotek
Modus ubah rupiah ke dolar, 2 orang Afrika edarkan uang palsu
Polisi bekuk 4 WNA pengedar dolar palsu di Pulogadung

(mdk/mtf)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.