Basarnas Terjunkan Personel Bantu Korban Banjir di Jabodetabek
Basarnas mengaku memiliki anggota yang cukup dan juga perbantuan infrastruktur memadai.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya (Marsdya) Mohammad Syafii menyatakan, siap terjun untuk memberi perbantuan bencana banjir yang melanda sejumlah titik di wilayah Jabodetaboek. Menurut dia, Basarnas memiliki anggota yang cukup dan juga perbantuan infrastruktur memadai.
"Kami ingin menyampaikan terkait dengan Basarnas bahwa dalam rangka ikut pembantu dengan kondisi yang terjadi saat ini, baik dari di wilayah Bogor, Bekasi, Banten unsur-unsur kami yang di lapangan sudah tergelar di 4 titik," ujar Marsdya Syafii saat rapat zoom bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Selasa (4/3).
Marsdya Syafii menyatakan, jika ada kebutuhan di lapangan maka perwakilan BNPB di daerah atau unsur BPBD bisa langsung berkontak dengan tim Basarnas. Semua perbantuan dimiliki dipastikan akan siap diterjunkan.
"Kami mengharapkan dari masing-masing BPBD seperti tadi, kalau memang ada permasalahan teknis terkait dengan kebutuhan di lapangan, mungkin bisa melibatkan dari unsur Basarnas. Karena kita juga memiliki mulai dari perahu karet dan juga mungkin untuk memantau kegiatan kita juga ada drone yang mungkin bisa dimanfaatkan," jelas jenderal bintang dua ini.
"Jadi sifatnya dari Basarnas akan mendukung penuh terhadap situasi yang ada," imbuh dia.
Menanggapi hal itu, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan bakal berkordinasi lebih lanjut usai rapat. Sebab pada tugas dan fungsinya, Basarnas akan difokuskan jika ada laporan korban dan upaya penyelamatan cepat terhadap bencana.
"Kalau memang membutuhkan alat peralatan dan tenaga dan orang, khususnya untuk melaksanakan evakuasi dan penyelamatan, memang sampai saat ini belum terlaporkan adanya korban jiwa," kata Suharyanto.
"Tetapi kalau nanti sampai hari ini terdapat beberapa personel atau masyarakat yang perlu diselamatkan yang belum bisa ditangani oleh wilayah, itu Basarnas juga sudah siap. Tolong nanti berkomunikasi langsung dengan Basarnas," pesan jenderal bintang tiga ini.
Banjir Melanda Jabodetabek
Banjir melanda Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) pada Selasa (4/2). Ketinggian banjir bervariatif. Di Bekasi, ketinggian banjir mencapai atap rumah warga.
Femmy, warga Gereja GPIB Menara Kasih yang beralamatkan di Jl. Swatantra V No.55, RT.4/RW.4, Jatirasa, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat mengaku lokasinya terdampak banjir. Berdasarkan foto diterima redaksi, terlihat ketinggian air mencapai genteng atap rumah.
"Mobil-mobil sudah terendam," ucap Femmy kepada awak media, Selasa (4/3).
Femmy menjelaskan, lokasi Gereja GPIB Menara Kasih terletak di kawasan Perumahan Villa Nusa Indah 1. Senada dengan itu, Pesantren Al-Kautsar atau Rumah Qur'an Al-Kautsar yang masih di kawasan tersebut juga mengalami nasib serupa.
Menurut Hakim selaku Mudir atau Kepala dari pondok pesantren tersebut, kondisi saat ini ketinggian air sudah mencapai dada orang dewasa.
Hakim pun membuktikan dengan sejumlah dokumentasi berupa foto dan video. Menurut dia, sampai pagi ini sekira pukul 08.00 WIB belum ada bantuan tiba.
"Kondisi air setinggi dada orang dewasa, belum ada bantuan," kata Hakim melalui sambungan telepon.
Berdasarkan foto dikirimkan warga yang tinggal di Vila Nusa Indah, banjir menggenang hingga setinggi ring basket.
"Kondisi di Vila Nusa Indah Bekasi," tulis Nida.