Bareskrim masih telusuri keterlibatan RS dalam kasus vaksin palsu
Sejumlah data masih didalami penyidik untuk mengungkap peran RS dalam kasus vaksin palsu tersebut.
Bareskrim Mabes Polri terus mendalami keterlibatan beberapa rumah sakit (RS) dalam kasus pembuatan dan perindustrian vaksin palsu. Sejumlah data masih didalami penyidik untuk mengungkap peran RS dalam kasus vaksin palsu tersebut.
"Kita dalami dulu kita sedang olah datanya karena datanya sangat banyak," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/6).
Bahkan, untuk menemukan bukti keterlibatan pihak RS, penyidik pun tengah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dari RS. "Sedang on progres pemeriksaan dari rumah sakit," ujarnya.
Meski begitu, sampai sejauh ini polisi belum menemukan adanya bukti yang mengarah adanya keterlibatan RS dalam kasus ini. Menurut dia, kasus ini masih melibatkan orang perorang.
"Sementara masih orang perorang ya, bidan, perawat gitu ya yang kita amankan, ada mantan perawat gitu ya," terangnya.
Namun, jenderal bintang satu ini memastikan jika nantinya ada perkembangan perihal dugaan keterlibatan RS, Bareskrim akan menyampaikannya ke publik.
"Pasti nanti akan disampaikan tentang itu apa langkah langkahnya kan bisa diikuti," tandas Agung.
Diketahui, Bareskrim Mabes Polri membongkar sindikat kejahatan pembuatan dan perindustrian vaksin palsu di sejumlah daerah di Indonesia. Dalam kasus ini Bareskrim pun sudah menangkap dan menetapkan 18 tersangka.
Ke-18 tersangka ini, ditangkap dalam waktu maraton dan tempat terpisah. Kemungkinan, jumlah tersangka akan terus bertambah seiring pengembangan penyidikan.
Bahkan, selain membidik para pelaku yang diduga memiliki peran dalam kasus vaksin palsu ini, Bareskrim juga tengah membidik sejumlah rumah sakit (RS) yang diduga ikut terlibat.
Terakhir, penyidik sudah memeriksa 3 orang dari pihak RS di Jakarta. Diduga ketiganya diperiksa untuk diminta keterangan terkait penggunaan vaksin palsu oleh RS tersebut.
Baca juga:
Bareskrim periksa empat orang terkait peredaran vaksin palsu
Polisi tangkap distributor, total tersangka vaksin palsu 18 orang
Beredar daftar 37 rumah sakit & klinik memakai vaksin palsu
Di DKI, vaksin palsu banyak ditemukan di Jaktim
Cegah vaksin palsu, DPR usul BPOM diberi kewenangan seperti BNN
Wabup Banyumas jamin wilayahnya bebas vaksin palsu
Ini alasan Polri tak ungkap RS dan apotek kedapatan vaksin palsu