Bank Jateng Cetak Laba Bersih Rp1,4 Triliun di 2025, Terbesar di Antara BPD Se-Indonesia
Bank Jateng mencatatkan kinerja gemilang pada 2025 dengan laba bersih Rp1,4 triliun, menjadikannya BPD tersehat. Simak strategi dan target Bank Jateng selanjutnya!
PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jawa Tengah atau Bank Jateng berhasil mencatatkan kinerja yang sangat impresif sepanjang tahun 2025. Bank Jateng meraih laba usaha sebesar Rp1,4 triliun, sebuah pencapaian yang signifikan di tengah berbagai tantangan ekonomi global. Kinerja gemilang ini menempatkan Bank Jateng sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) tersehat di Indonesia, mengungguli BPD lainnya.
Direktur Utama Bank Jateng, Irianto Harko Saputro, menyampaikan bahwa capaian laba bersih Rp1,4 triliun ini menunjukkan pertumbuhan 11,57 persen dibandingkan tahun 2024. Perekonomian di Jawa Tengah terbukti masih mampu tumbuh positif, memberikan dampak baik bagi sektor perbankan daerah. Hal ini menjadi bukti nyata ketahanan ekonomi regional di tengah fluktuasi global.
Selain laba bersih yang fantastis, aset Bank Jateng juga berhasil menembus angka Rp100 triliun untuk pertama kalinya pada tahun 2025. Pencapaian ini menegaskan posisi Bank Jateng sebagai institusi keuangan yang kuat dan berkembang. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut memimpin Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Jateng Tahun Buku 2025 di Semarang, mengapresiasi kinerja positif ini.
Kinerja Gemilang dan Predikat BPD Tersehat
Bank Jateng menunjukkan performa keuangan yang luar biasa pada tahun 2025, dengan laba bersih mencapai Rp1,4 triliun. Angka ini tidak hanya menandai pertumbuhan signifikan sebesar 11,57 persen dari tahun sebelumnya, tetapi juga menjadikan Bank Jateng sebagai BPD dengan laba terbesar di Indonesia. Predikat Bank Pembangunan Daerah tersehat di Indonesia ini menjadi cerminan dari pengelolaan yang efektif dan strategi bisnis yang tepat.
Irianto Harko Saputro mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini, yang dicapai di tengah kondisi perekonomian global yang penuh ketidakpastian. Ia berharap Bank Jateng dapat terus tumbuh lebih besar dan berkembang di masa mendatang. Keberhasilan ini juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di wilayah Jawa Tengah, menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif bagi perbankan daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, yang juga menjabat sebagai Dewan Komisaris Bank Jateng, mengonfirmasi bahwa Bank Jateng berhasil mempertahankan predikat bank sehat selama 2025. Ia menambahkan bahwa direksi Bank Jateng telah melakukan pengelolaan perseroan dengan sangat baik. Hal ini terlihat dari capaian business performance, termasuk nilai aset yang mencapai Rp100,066 triliun dan laba usaha sebelum pajak sebesar Rp1,871 triliun.
Dorongan Peningkatan Kinerja dan Tanggung Jawab Sosial
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, sebagai pemegang saham pengendali (PSP), memberikan arahan kepada jajaran direksi Bank Jateng untuk terus meningkatkan kinerja di tahun 2026. Luthfi menekankan pentingnya target yang lebih tinggi untuk menjaga momentum pertumbuhan Bank Jateng. Dorongan ini diharapkan dapat memacu inovasi dan efisiensi dalam operasional bank.
Selain aspek finansial, Gubernur Luthfi juga menyoroti peran Bank Jateng dalam tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Ia meminta Bank Jateng untuk lebih aktif berkontribusi dalam program-program pengentasan kemiskinan dan penanganan kebencanaan. Ini sejalan dengan program strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mitigasi risiko bencana.
Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar sebagai sentra pembangunan nasional. Oleh karena itu, ia berharap kekompakan antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dapat terus terjaga. Sinergi ini krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan memastikan Bank Jateng berperan optimal dalam pembangunan daerah.
Distribusi Laba dan Penguatan Struktur Modal
Laba usaha yang berhasil dicatatkan Bank Jateng pada tahun 2025 didistribusikan secara strategis untuk memperkuat struktur modal bank. Sebagian dari laba tersebut dialokasikan dalam bentuk dividen kepada para pemegang saham. Pemegang saham utama Bank Jateng adalah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Tengah.
Pembagian dividen ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial bagi pemerintah daerah, tetapi juga menunjukkan transparansi dan akuntabilitas Bank Jateng. Selain dividen, sebagian laba juga dialokasikan sebagai cadangan umum. Cadangan ini berfungsi untuk memperkuat permodalan bank, menjamin stabilitas keuangan, dan mendukung ekspansi bisnis di masa depan.
Penguatan struktur modal melalui cadangan umum sangat penting untuk menjaga daya saing Bank Jateng di industri perbankan. Dengan modal yang kuat, Bank Jateng akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi dan memanfaatkan peluang pertumbuhan. Ini juga menjadi indikator kesehatan finansial yang baik, memberikan kepercayaan kepada nasabah dan investor.
Sumber: AntaraNews