Banjir Rendam 2 Kecamatan di Bone, 2 Warga Meninggal Dunia
Dua kecamatan yang terdampak cukup parah yakni Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur.
Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah pada Jumat (8/5). Dua kecamatan yang terdampak cukup parah yakni Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar mengungkapkan bencana tersebut menyebabkan dua warga meninggal dunia, sementara puluhan lainnya sempat terjebak banjir dan harus dievakuasi.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan hujan deras yang turun sejak malam hari membuat beberapa kawasan terendam dengan ketinggian air mencapai 0,5 hingga 2 meter. Kondisi tersebut menyebabkan banyak warga tidak dapat menyelamatkan diri sehingga membutuhkan bantuan evakuasi.
“Setelah menerima laporan, Tim Rescue Pos SAR Bone segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan evakuasi. Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses penyelamatan dan evakuasi warga yang terdampak banjir di beberapa titik,” kata Andi Sultan.
Dalam operasi pencarian dan penyelamatan itu, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 67 warga dalam kondisi selamat.
Dua Korban Meninggal Dunia
Meski puluhan warga berhasil diselamatkan, banjir tersebut juga menelan korban jiwa. Basarnas mencatat dua warga meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
"Dua warga yang meninggal dunia. Korban pertama atas nama Naima dan kedua Acca," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (8/5).
Andi Sultan menjelaskan korban bernama Naima ditemukan meninggal dunia di tempat tidurnya. Namun hingga kini penyebab pasti kematiannya masih belum dapat dipastikan. Sementara korban lainnya, Acca, meninggal dunia akibat tenggelam ketika proses evakuasi mandiri dilakukan oleh ayahnya.
"Sementara Acca tenggelam saat ayahnya sedang melakukan evakuasi mandiri. Sempat dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru) namun usaha tersebut tidak berhasil, sehingga anak tersebut meninggal dunia," ujar Sultan.
Basarnas dan Tim Gabungan Masih Siaga
Operasi SAR dalam penanganan banjir ini melibatkan berbagai unsur gabungan, mulai dari Basarnas, BPBD, Damkar, Satpol PP, Polres, Kodim, Brimob, PSC, hingga masyarakat setempat. Basarnas memastikan seluruh tim masih bersiaga di wilayah terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan kondisi darurat susulan.
“Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melakukan pemantauan dan siaga di wilayah terdampak banjir guna mengantisipasi adanya kondisi darurat lanjutan serta memastikan keselamatan masyarakat,” tambahnya.
Hingga saat ini, cuaca di lokasi kejadian masih diguyur hujan dengan suhu berkisar antara 19 hingga 30 derajat Celsius.