Banjir Jakarta Selatan: Ketinggian Air Capai 140 Cm di Cipulir, Warga Diimbau Waspada
BPBD Jakarta Selatan mencatat ketinggian banjir Jakarta Selatan mencapai 140 cm di Cipulir akibat luapan Kali Pesanggrahan, serta merendam beberapa wilayah lain. Warga diimbau untuk tetap waspada.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan melaporkan ketinggian banjir mencapai 140 sentimeter di Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, pada Jumat pagi. Kejadian ini dipicu oleh luapan Kali Pesanggrahan yang kini berstatus Siaga 3 akibat curah hujan tinggi.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah ibu kota secara berkelanjutan memicu peningkatan debit air sungai. Akibatnya, beberapa permukiman warga di Jakarta Selatan kini terendam genangan air yang cukup tinggi.
Selain Cipulir, dua wilayah lain juga terdampak banjir dengan ketinggian signifikan, yakni Cipete Utara dan Cilandak Timur. Pihak berwenang memastikan tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa banjir ini.
Banjir Jakarta Selatan Terparah di Cipulir dan Penyebabnya
Ketinggian muka air (TMA) di Jalan Suwardi, RT 08/RW 10, Kelurahan Cipulir, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mencapai 140 cm pada pukul 06.00 WIB. Kasatgas BPBD Jakarta Selatan, Sukendar, menjelaskan bahwa penyebab utama banjir tersebut adalah luapan Kali Pesanggrahan. Status Siaga 3 untuk Kali Pesanggrahan menunjukkan kondisi yang memerlukan kewaspadaan tinggi.
Hujan yang berkelanjutan dengan intensitas sedang hingga lebat mengakibatkan debit air Kali Pesanggrahan meningkat drastis. Kondisi ini kemudian memicu luapan air sungai yang dengan cepat memasuki area permukiman warga di sekitar bantaran.
Warga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi kenaikan air lebih lanjut, terutama jika hujan deras masih terus mengguyur. BPBD Jakarta Selatan terus memantau perkembangan situasi dan siap memberikan bantuan yang diperlukan.
Sebaran Banjir di Wilayah Lain Jakarta Selatan
Selain Cipulir, wilayah lain di Jakarta Selatan juga mengalami dampak banjir yang signifikan. Di Jalan Gang Koba, RT 02, 03, 04 RW 06, Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Kebayoran Baru, TMA mencapai 110 cm. Banjir di area ini disebabkan oleh hujan intensitas tinggi yang mengakibatkan genangan dan banjir.
Kemudian, di Jalan NIS, RT 03 / RW 03, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 120 cm pada pukul 06.00 WIB. Penyebab banjir di kawasan ini adalah hujan intensitas lebat di hulu, yang memicu luapan Kali Krukut.
Data ini menunjukkan bahwa beberapa titik di Jakarta Selatan rentan terhadap banjir akibat kombinasi curah hujan tinggi dan luapan sungai. Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi sangat krusial dalam menghadapi musim hujan.
Imbauan dan Penanganan BPBD Jakarta Selatan
Kasatgas BPBD Jakarta Selatan, Sukendar, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari peristiwa banjir ini. Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan di tengah kekhawatiran masyarakat.
BPBD Jakarta Selatan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memantau kondisi terkini dan melakukan penanganan. Tim di lapangan siaga untuk membantu evakuasi atau memberikan bantuan logistik jika diperlukan oleh warga terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Informasi terkini mengenai kondisi banjir dapat diakses melalui kanal resmi BPBD untuk memastikan keselamatan bersama.
Sumber: AntaraNews