Banjir Daan Mogot Jakarta Barat Kian Parah: Kali Mookervart Meluap dan Turap Bocor Picu Kemacetan
Banjir Daan Mogot Jakarta Barat semakin parah akibat luapan Kali Mookervart dan turap yang bocor, menyebabkan kemacetan lalu lintas hingga 4 kilometer.
Banjir masih menggenangi sejumlah ruas Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, hingga Senin malam (12/1), menyebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi pengendara dan warga sekitar.
Genangan air yang berlarut-larut ini utamanya disebabkan oleh naiknya permukaan air Kali Mookervart. Selain itu, celah atau kebocoran pada turap (sheetpile) di beberapa titik memperparah situasi.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menyatakan bahwa intensitas hujan ekstrem di atas 150 mm juga menjadi faktor utama. Hujan deras sepanjang hari di Jakarta melampaui kapasitas infrastruktur drainase yang ada.
Penyebab Banjir dan Kondisi Kali Mookervart
Kenaikan debit air Kali Mookervart menjadi pemicu utama genangan banjir di Jalan Daan Mogot. Air kali meluap dan merembes keluar melalui celah-celah turap yang ada.
Purwanti Suryandari menjelaskan bahwa kondisi turap atau sheetpile yang bocor mempercepat aliran air dari kali ke jalan. Hal ini mengakibatkan air tidak dapat tertahan dengan baik di dalam saluran.
Selain itu, curah hujan ekstrem yang melanda Jakarta pada hari Senin (12/1) turut memperburuk keadaan. Intensitas hujan yang mencapai di atas 150 mm telah melampaui kemampuan infrastruktur penanganan air.
Kondisi ini menciptakan siklus di mana air dari kali dan air hujan berkumpul, menyebabkan genangan yang sulit surut. Petugas terus memantau debit air kali untuk mengantisipasi luapan lebih lanjut.
Dampak Kemacetan Parah di Jalan Daan Mogot
Genangan banjir di Jalan Daan Mogot berdampak langsung pada kelancaran arus lalu lintas. Kemacetan panjang terjadi hingga empat kilometer, mulai dari area depan SMK Telkom hingga Rusun Pesakih.
Pantauan pada pukul 18.00 WIB menunjukkan genangan air merendam ruas jalan dari Halte Jembatan Gantung hingga Halte Jembatan Baru. Ketinggian air mencapai sekitar 20 cm di depan Mitsubishi Daan Mogot.
Pengguna jalan terpaksa mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan yang lebih tinggi untuk menghindari genangan. Akibatnya, terjadi penyempitan lajur yang memperparah antrean kendaraan.
Kendaraan roda dua, roda empat, truk logistik, hingga bus TransJakarta sempat nyaris tidak bergerak. Kondisi ini menunjukkan betapa seriusnya hambatan yang ditimbulkan oleh banjir tersebut.
Upaya Penanganan dan Tantangan
Petugas dari Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat telah bersiaga di lokasi banjir. Mereka mengoperasikan pompa air untuk mengalirkan genangan ke Kali Mookervart.
Meskipun demikian, tingginya debit air di Kali Mookervart menjadi tantangan besar dalam upaya penyedotan. Genangan masih tetap ada meskipun hujan telah berhenti sejak siang hari.
Upaya penanganan memerlukan koordinasi yang lebih intensif antara berbagai pihak terkait. Perbaikan turap yang bocor menjadi prioritas untuk mencegah air kali kembali meluap ke jalan.
Masyarakat diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari kemacetan di Jalan Daan Mogot. Informasi terkini mengenai kondisi jalan terus diperbarui oleh pihak berwenang.
Sumber: AntaraNews