LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Band Australia sebut, Tuhan saja maha pengampun, masa Jokowi tidak

"Hukuman mati itu kuno, ga masuk akal dan ga efektif."

2015-03-06 19:01:28
Kontroversi Hukuman Mati
Advertisement

Sejumlah musisi internasional, mulai dari vokalis band Napalm Death Mark 'Barney' Greenway hingga gitaris Black Sabbath Tony Iommi memohon Presiden Joko Widodo membatalkan hukuman mati terhadap duo Bali Nine Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Keduanya meminta Jokowi untuk membatalkan hukuman mati dengan alasan kemanusiaan.

Kini, langkah kedua musisi senior tersebut diikuti The Temper Trap, band asal Australia yang beranggotakan warga Indonesia dan Australia. Seperti dikutip melalui akun Twitter resminya, band yang beranggotakan Dougy Mandagi, Jonathon Aherne, Toby Dundas dan Joseph Greer memohon pengampunan bagi keduanya.

"Tuhan aja maha pengampun, kok presiden ngga yah #berikanpengampunan #mercycampaign #tegakkankebenaran #jokowi #youthagainstthedeathpenalty."

Menurut band yang berbasis di Melbourne tersebut, kedua terpidana terbukti telah insaf selama menjalani masa tahanan. Jokowi seharusnya fokus mengurus sejumlah pejabat yang menurut mereka belum insaf.

"Sibuk ngurus bandar narkoba insaf lupa ngurus pejabat belum insaf. Salah prioritas. #jokowi #youthagainstthedeathpenalty #mercycampaign."

Hukuman mati, lanjut mereka, sudah tidak efektif dan tidak masuk akal. Dalam tiap cuittannya, The Temper Trap selalu memasukkan hashtag #mercycampaign.

"Klo si pembunuh hukumannya dibunuh, knp si pemerkosa ga diperkosa aja? Hukuman mati itu kuno, ga masuk akal dan ga efektif. #mercycampaign."

Baca juga:
RI disebut stop hukuman mati setelah Bali Nine, Menlu protes PBB
Eksekusi mati belum jelas, semua napi belum diisolasi
Dukung eksekusi hukuman mati, Granat demo di Dermaga Wijaya Pura
Persiapan belum selesai, Kejagung tunda umumkan eksekusi mati
Kemenkum HAM batasi kunjungan 8 terpidana mati
Reaksi Indonesia diajak barter terpidana mati oleh Australia
Jelang dieksekusi mati, Zaenal Abidin sampaikan testimoni tertulis

(mdk/amn)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.