Bahlil Curhat Pernah Busung Lapar saat Kuliah, Kini Puji Program Makan Bergizi Gratis
Ia bahkan mengaitkan pentingnya program tersebut dengan pengalaman pribadinya yang pernah mengalami busung lapar semasa kuliah.
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai inisiatif yang sangat baik karena dinilai mampu meningkatkan asupan gizi dan kecerdasan anak. Ia bahkan mengaitkan pentingnya program tersebut dengan pengalaman pribadinya yang pernah mengalami busung lapar semasa kuliah akibat kurangnya asupan makanan bergizi sejak sekolah.
"Makan bergizi ini adalah program yang mulia. Kebetulan saya pernah dulu merasakan waktu proses sekolah tidak terlalu mendapatkan makanan yang bergizi. Satu waktu kuliah pernah busung lapar," kata Bahlil dalam acara syukuran HUT ke-61 Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/10).
Bahlil memastikan, seluruh kader partai pohon beringin itu akan mengawal penuh program-program prioritas Presiden Prabowo. Ia memastikan partainya akan kerja keras mendukung program MBG, Sekokah Rakyat, Koeprasi Desa Merah Putih, swasembada energi, hingga ketahanan pangan nasional.
"Kita juga konsisten mengawal berbagai kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyebutkan jumlah penerima program MBG pada satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, mencapai 36,7 juta orang.
"Jumlah penerima manfaat 36,7 juta," ujar Dadan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/10).
BGN mencatat penerima program MBG sudah tersebar di 38 provinsi, 509 kabupaten, 7.022 kecamatan. Selain itu, jumlah dapur MBG atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sudah mencapai 12.508 unit. Ia mengklaim, program MBG masih dalam jalur yang benar.